Suara.com - Untuk mengamankan gedung Mahkamah Konstitusi di saat sidang pembacaan Putusan Sengketa Pilpres 2014, Polisi menerapkan pengalaman lima lapis.
Berdasarkan informasi dari Kapolsek Metro Gambir, AKBP Putu Putra, total personel polisi yang disiagakan adalah 3929 personil yang dibagi dalam lima ring dan merupakan gabungan dari Mabes dengan Polda Metro Jaya. Polisi juga menyiagakan empat watercanon dan dua pasukan barakuda, untuk mencegah masa yang ingin mendekati Gedung MK.
"Totalnya ada 3929 personil dan terbagi dalam lima ring. Kita juga sudah menyiagakan empat meriam air, dua pasukan barakuda dan ring dari kawat, serta sejumlah kendaraan lapis baja di setiap ringnya," kata Putu saat ditemui di depan Gedung MK, Jakarta, Kamis(21/8/2014).
Selain itu polisi juga mensterilkan Jalan Merdeka Barat, untuk mencegah aksi demonstrasi di depan Gedung Mahkamah Konstitusi. Sejak pukul 06.00 WIB arus lalu lintas di Jalan Merdeka Barat dialihkan. Salah satu jalur yang ditutup adalah jalur menuju MK dari arah selatan, yaitu jalur Merdeka Selatan, dialihkan ke arah Gambir. Untuk memuluskan pengalihan arus ini, polisi menyiagakan ratusan personel bersenjata lengkap.
Di depan Patung kuda, ratusan personel disiagakan. Puluhan personil lainnya disiagakan di dalam lingkungan Gedung MK.
Kapolda Metro Jaya, Irjenpol Dwi Priyatno turun langsung untuk melihat persiapan personilnya.
Sejauh ini, pengalihan ini berjalan lancar karena arus kendaraan berjalan lancar walaupun cukup ramai. Tetapi arus di depan MK pun menjadi sepi dan hanya tampak beberapa kendaraan pasukan keamanan.
Untuk sementara ini belum ada massa yang datang ke area gedung MK. Menurut Putu, setiap relawan Prabowo yang akan masuk ke Gedung MK harus menunjukkan kartu identitasnya. "Nanti agar tidak sesak, setiap relawan harus menunjukkan id cardnya, kalau tidak ada, tidak boleh mendekat," kata Putu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir