Suara.com - Murni Rahmawati, ibunda Virgiawan Amin (Awan) terdakwa kasus kekerasan seksual kepada anak yang terjadi di Taman Kanak-kanak Jakarta International School (TK JIS) mengaku sedih dan tidak percaya kalau anaknya dituduh melakukan tindakan sodomi.
"Dia tuh orangnya pendiem mas, kalau disuruh iya iya aja, lembek, gak mungkin dia melakukan kayak gitu, apalagi sama anak kecil. Dan saya percaya sama anak saya kalau dia gak ngelakuin, dia berani sumpah demi Allah, demi Ibu kalau dia gak ngelakuin," kata Murni saat diwawancarai di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (27/8/2014).
Murni yang datang langsung dari Surabaya ingin memberi dukungan moril kepada sang anak di sidang perdananya.
"Iya dari Surabaya, tadi subuh saya baru sampe mas," tambahnya.
Murni menambahkan, pada saat Awan ditahan di markas Polda Metro Jaya, dia menjalin komunikasi intens dengan anaknya. Menurut pengakuan Murni, Awan kerap disiksa, padahal, dirinya mengaku tidak pernah melakukan seperti yang dituduhkan.
"Saya tanya ke Awan, kenapa Awan jadi tersangka? terus Awan bilang kalau disuruh ngaku bu, Awan disiksa bu, awan diinjek-injek, awan dipukuli," tambah murni sambil sesekali mengusap air matanya.
Murni berharap, anaknya bisa bebas. Dia yakin Awan tidak melakukan kekerasan seperti itu.
"Berharap, anak saya bisa bebas, karena saya yakin anak saya tidak bersalah, semoga anak saya berani, kalau pengen bebas kuncinya di kamu sendiri," tandasnya.
Virgiawan Amin (Awan) dan tiga terdakwa lainnya menjalani sidang perdana kasus kekerasan seksual kepada anak yang terjadi di Jakarta International School (JIS). Keempat terdakwa dijerat dengan Pasal 82 uu 23 th 2002 tentang perlindungan anak Juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP, pasal 64 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- Liburan Lebaran ke Luar Negeri Kini Lebih Praktis Tanpa Perlu Repot Tukar Uang
Pilihan
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
-
Dipicu Korsleting Listrik, Kebakaran Kalideres Hanguskan 17 Bangunan
-
Bongkar Identitas dan Wajah Eksekutor Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Polisi: Ini Bukan Hasil AI!
Terkini
-
Apa Itu Ladang Gas South Pars? Pusat Energi Dunia yang Diserang Rudal Israel
-
Lebaran Berpotensi Sabtu 21 Maret, Kemenag DIY Pantau Hilal di POB Syekh Bela Belu Sore Ini
-
Beri Kejutan Menyenangkan, LRT Jabodebek Berlakukan Tarif Rp1 Saat Idul Fitri 2026
-
Hilal Dinilai Belum Penuhi Kriteria, BRIN-BMKG Prediksi Idulfitri 2026 Jatuh 21 Maret
-
Trump 'Cuci Tangan', Marahi Israel Serang Ladang Gas South Pars Milik Iran
-
KWP Salurkan 2.000 Sembako Jelang Idul Fitri 2026, Sasar Hingga Pelosok Desa
-
Libur Lebaran di Jakarta, Transjakarta Operasikan Bus Atap Terbuka hingga Rute Pesisir PIK
-
Pemudik Meninggal di Perjalanan Menuju Gilimanuk, Kemenhub Pastikan Jenazah Dipulangkan ke Kebumen
-
Diduga Korsleting Listrik, Mobil Terbakar di Tol Cikampek
-
Kasus Penyiraman Andrie Yunus Diduga Terstruktur, Koalisi Sipil Soroti Peran Aktor Intelektual