Selanjutnya, tim negosiasi melakukan pembicaraan dengan pemilik penginapan, namun tim ini tidak bisa melakukan keputusan harga. Keputusan harga dilakukan oleh pihak lain sehingga tim tidak bisa kongkalikong.
Selain itu, selama proses berlangsung juga diawasi oleh pihak Itjen. Endang juga mengatakan bahwa perantara penginapan dipotong habis terutama saat negosiasi di Madinah.
Endang mengatakan hal lainnya yang membuat harga lebih rendah adalah saat ini sedang banyak dibangun penginapan. Sementara itu kuota haji dunia dikurangi karena pemerintah Arab Saudi sedang melakukan perluasan Masjidil Haram.
Isu penyakit ebola juga membuat pemilik penginapan takut tidak mendapatkan jamaah. Hal ini membuat Indonesia mempunyai posisi tawar yang kuat karena memiliki jamaah haji terbesar.
Endang mengatakan sebelumnya ditetapkan biaya penginapan adalah 4.995 riyal per kepala, namun kenyataanya yang harus dibayarkan hanya 4.400 riyal lebih per kepala.
Endang mengatakan walaupun harga lebih murah namun kriteria penginapan yang akan disewa harus sesuai yang diterapkan. Banyak syarat yang harus terpenuhi, di antaranya harus mempunyai fasilitas lobi minimal 50 meter persegi, lift minimal bisa mengangkut 10 orang, lift terbaru, televisi, mesin cuci, pendingin udara, jemuran, karpet, dan resepsionis.
Namun, Endang juga mengingatkan bahwa jamaah haji perlu mematuhi aturan terutama yang menginap di hotel seperti tidak boleh memasak apalagi memasak yang mempunyai bau menyengat. Ia mengatakan, sistem sensor yang dapat mendeteksi jika ada jamaah memasak.
Kondisi hotel Endang mengatakan dengan sistem pengadaan penginapan yang ketat tersebut membuat kualitas hotel yang disewa menjadi lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya.
Salah satu hotel termewah adalah Hotel Al-Ardhu Mutamayyizah atau Land Premium (Paramount), sebuah hotel berbintang empat di daerah Jarwal Taisir yang berjarak kurang dari satu kilometer dari Masjidil Haram. Hotel yang baru berdiri ini berada di Sektor H Daker Makkah.
Ketika tim Media Center Haji (MCH) memantau hotel tersebut, hotel baru diisi oleh petugas Kantor Sektor. Jamaah haji Indonesia sendiri memang baru akan masuk ke Makkah pada 10 September. Saat ini jamaah haji Indonesia berada di Madinah.
Menurut Kepala Sektor H, Denny Fathurahman Sadili, hotel bintang empat ini akan menampung 3.779 orang dari sembilan kloter.
Lobi hotel tersebut sangat luas dan mewah. Selain marmer yang mengkilat, sofa-sofa empuk juga akan menyambut calon haji. Sebanyak 20 lift yang bersih siap mengangkut calon haji ke kamar masing-masing.
Memasuki lorong ruangan, karpet tebal akan menyambut jamaah. Memasuki kamar hotel, harus menggunakan kartu khusus, demikian juga untuk menghidupkan lampu.
Tentu hal ini perlu dilakukan sosialisasi kepada jamaah karena masih banyak jamaah yang belum pernah berpergian jauh apalagi ke luar negeri.
Kamar hotel diisi oleh empat hingga lima tempat tidur yang empuk dan berselimut tebal, tergantung luar ruangan. Selain pendingin ruangan yang bekerja dengan baik, kamar juga dilengkapi dengan televisi LCD, kulkas pemanas air dan "safety box". Sementara kamar mandi dilengkapi dengan kloset duduk, shower dan wastafel layaknya hotel bintang empat.
Tim MCH juga mencoba membandingkan dengan pemondokan yang disebut-sebut memiliki standar fasilitas "minimal", yakni Bur Al-Khair yang berada di kawasan Mahbas Jin, atau di Sektor A. Bangunan berpola apartemen ini akan menampung 2.564 orang jamaah haji dari 7 kloter, kata Kepala Sektor A, Nur Hariyanto.
Penginapan ini merupakan apartemen karena mempunyai ruang dapur walau terpisah dari kamar tidur. Nur Hariyanto mengatakan, walau dikatakan penginapan yang biasa-biasa saja, penginapan tersebut mempunyai fasilitas yang memadai.
Pemantauan di salah satu kamar, kamar 305, terdapat empat ruang kamar tidur, tiga kamar mandi, dan satu dapur lengkap dengan kulkas. Setiap kamar terdiri dari 4-7 tempat tidur single bed. Pada setiap kamar terdapat televisi tabung, pendingin ruangan "window" dan juga kipas angin.
Namun, salah satu keunggulan penginapan ini adalah dengan dekat dengan Masjidil Haram dan terminal Masbah Jin yang terdapat bus untuk mengatar jamaah ke lokasi dengan Masjidil Haram, jika malas berjalan kaki.
Namun demikian, jamaah haji tidak bisa memilih hotel yang akan mereka tinggali. Pemerintah telah menerapkan sistem pengundian (qur'ah) secara terbuka di Jakarta. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno