Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta rencananya akan membangun sebuah food station di luar wilayah Ibu Kota seperti di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
"Kami sudah berpikir mau beli tanah di Karawang, itu mau dianggarkan buat food station. Kami ingin membuat pusat-pusat logistik di luar," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2014).
Food station ini nantinya akan memiliki fungsi sebagai tempat bisnis logistik yang meliputi perdagangan, pertokoan, pengadaan beras, palawija dan sejenisnya. Akan tetapi, kata Ahok, dibutuhkan kajian yang matang dan waktu yang lama terkait rencana tersebut.
"Makanya kami lihat analisa kajiannya seperti apa dulu," kata dia.
Pembangunan food station ini, menurut Ahok, harus menjadi tempat yang tepat dan bermanfaat bagi barang-barang yang masuk ke wilayah Jakarta.
"Barang masuk nggak boleh bawa sampah, itu yang harus dipikirkan. Seperti beli pisang, pisangnya saja. Jangan bawa sampahnya seperti daunnya," kata dia.
Pihaknya menargetkan rencana pembangunan food station tersebut bisa direalisasikan pada tahun 2015 mendatang.
"Target saya sih pada tahun 2015 bisa mulai sehingga pada tahun 2016 itu sudah sempurna," ujarnya.
Ia menambahkan, usulan tersebut juga menjawab masukan dari Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia yang menilai agar pasar induk di wilayah Jakarta tidak layak sehingga harus dipindahkan keberadaanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Ketimbang Ditabrak Kereta, Warga Jakarta Lebih Takut Denda Uang
-
Pilkada Langsung Dihilangkan, Ahok: Kepala Daerah Bisa Jadi Sapi Perah DPRD
-
Ahok: Pejabat yang Pakai Narkoba Diturunkan Jadi Staf
-
Angkot Suka 'Ngetem', Ahok: Kita akan Cabut Izin Trayeknya
-
Calon Wagub DKI dari PDIP Akan Diputuskan Megawati
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
BI Sebut Temuan Uang Palsu Rp100 Ribu di Parung Berkualitas Rendah: Cukup Cek Pakai Metode 3D
-
Gelar Aksi, Pemuda Antikorupsi Desak KPK Segera Panggil Bos Agrinas Terkait Impor Mobil Pikap
-
Kutip Hamkke Gamyeon Meolli Ganda, Prabowo Tegaskan Persahabatan dan Masa Depan Bersama RI-Korsel
-
Penasaran Harta Terbaru Prabowo-Gibran? KPK: Sudah Lapor dan Bisa Dicek Publik!
-
Dapat Semangat Prabowo, Mahasiswa Indonesia di Korea: Memotivasi Saya Berkontribusi bagi Indonesia
-
Modal Uang Print Biasa, Begini Cara Dukun Gadungan Mahfud Jerat Korban Penggandaan Uang di Bogor
-
KPK Tetapkan 2 Pengusaha Tersangka Kasus Haji, Bantahan Gus Yaqut di Ujung Tanduk?
-
DJKI dan BRIN Dorong UMKM Bali Lindungi Kekayaan Intelektual
-
Disaksikan Pemiliknya, KPK Geledah Rumah Ono Surono Terkait Skandal Proyek di Pemkab Bekasi
-
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Guru Besar UI: Indonesia Tak Bisa Gugat Langsung, Harus Lewat PBB