Suara.com - Perdebatan tentang keinginan mayoritas fraksi di DPR RI (anggota Koalisi Merah Putih) untuk mengembalikan kewenangan memilih kepala daerah kepada DPRD, melalui perumusan RUU Pilkada, masih berlangsung. Jika wacana ini benar-benar direalisasikan, maka kepala daerah tidak akan lagi dipilih langsung oleh rakyat.
Diskursus tentang mekanisme pilkada ini, menurut Direktur lembaga survei Populi Center, Usep S Ahyar, sesungguhnya memberikan peringatan, baik kepada koalisi pendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla maupun partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih di DPR RI.
"Warning buat koalisi Jokowi, ternyata tidak cukup hanya memenangkan pilpres. Prosesnya tak hanya cukup di situ, ada proses yang harus diamankan lagi, yaitu Parlemen," kata Usep kepada Suara.com, Selasa (9/9/2014).
Usep mengatakan DPR harus diamankan koalisi Jokowi-JK agar kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah periode 2014-2019 mendapat dukungan politik yang kokoh.
"Kebijakan apapun kalau tidak dukung Parlemen, saya kira akan mentah lagi. Dengan dukungan DPR yang kuat, paling tidak, tidak merepotkan kebijakan pemerintah," kata Usep.
Menurut usep masalah itu merupakan pelajaran yang penting dan menjadi PR yang harus diselesaikan koalisi Jokowi-JK.
"Perlu dipikirkan bagaimana menambah koalisi di Parlemen," kata Usep.
Sedangkan peringatan untuk Koalisi Merah Putih adalah bila keinginan mengubah mekanisme pilkada tetap dipaksakan, mereka akan rugi sendiri karena masyarakat akan menjadi tahu sikap mereka berubah-ubah dari sebelumnya mendukung pilkada langsung, sekarang menolak.
"Ini pertanyaan yang bodoh saja? kok mudah sekali berubah?," kata Usep.
Berita Terkait
-
Biaya Pilkada Langsung Bisa Diirit, Asalkan Cara Ini Dilakukan
-
Ketua DPP PAN: Pilkada Langsung Sebaiknya Dipertahankan
-
Inikah Motif Koalisi Merah Putih Ngotot Kepala Daerah Dipilih DPRD?
-
Kubu Jokowi Disarankan Belajar dari Kasus Koalisi Gagal SBY
-
Mengapa Demokrat Tak Ngotot Tolak Kepala Daerah Dipilih DPRD?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat