Suara.com - Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Budiman Sujatmiko menemui Presiden terpilih Joko Widodo di Balai Kota, Jakarta, Selasa (9/9/2014). Salah satu pembicaraan mereka adalah soal anggaran untuk desa.
"Beliau (Jokowi) bertanya detai UU Desa. Beliau sudah baca dan tanya kondisi lapangan, anggaran desa berapa per tahunnya," kata Budiman.
Deputi Tim Transisi Jokowi-JK ini menerangkan, tiap desa berbeda-beda kebutuhannya, sehingga tidak bisa dipukul rata jumlah anggarannya. Namun, secara rata-rata, kebutuhan anggaran per-desa mencapai Rp1,4 miliar.
Hal itu berdasarkan kalkulasi yang dilakukan Budiman dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2015 sebesar Rp64 triliun, ditambah Anggaran pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp40 triliun.
"Kalau itu bisa dipertahankan, saya jamin kemiskinan atau rumah kumuh bisa dihentikan," katanya.
Jokowi, sambung Budiman, menginginkan supaya anggaran untuk desa ditingkatkan. Dari hitungannya tadi, Rp1,4 miliar, dinaikkan menjadi Rp2 miliar.
Budiman pun menyanggupinya dengan sarat. Dia berharap, dana untuk desa Rp2 miliar ini bisa tercapai dalam waktu tiga tahun asalkan ada efesiensi anggaran dan subsidi lainnya.
"(Sumber dana berasal) Dari beberapa kementerian, program untuk desa bisa ditambah sampai Rp30 triliun. Ada 14 kementerian. Lalu ada sumber-sumber lain misal pengalihan subsidi (BBM). Itu bisa lebih banyak lagi, bisa dijamin 2 miliar per tahun per desa," paparnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Nama Djaka Budi Utama Masuk Surat Dakwaan Kasus Bea Cukai, KPK Akan Telusuri Keterlibatannya?
-
Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?
-
Gus Ipul Wanti-wanti Pengelola Sekolah Rakyat: Jangan Sampai Aset Negara Jadi Masalah
-
Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda
-
Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang
-
6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!