Suara.com - Ketua DPD Demokrat Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengatakan dirinya akan menyampaikan ke dewan pimpinan pusat partainya agar tetap mempertahankan pemilihan kepala daerah langsung.
"Walaupun nanti DPP mengambil keputusan berbeda dengan mengembalikan pemilihan kepala daerah ke DPRD, saya akan tetap sampaikan ke DPP," katanya saat dihubungi dari Palu, Rabu (17/9/2014).
Anwar mengatakan jika melihat perkembangan politik yang ada, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono lebih memilih Pilkada langsung dibanding pemilihan dilakukan DPRD.
"Saya melihat suasana kebatinan pak SBY lebih memilih pilkada langsung," kata Anwar.
Dia mengatakan dirinya tidak saja menyampaikan hal itu dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPD Demokrat kepada SBY selaku ketua partai, namun juga dalam kapasitasnya sebagai Bupati Morowali dan SBY sebagai Presiden.
"Kita hanya memberikan masukan ke presiden, kalau diterima ya syukur," katanya.
Menurut Anwar, kalau pun nantinya keputusan yang ditetapkan partai berbeda dengan apa yang ia kehendaki, maka keputusan partai tetap dihormati.
"Karena itulah bagian dari proses demokrasi," terang Anwar.
Bupati Morowali itu mengatakan kalau pun dirinya berbeda dengan keputusan partai bukan berarti dirinya mundur dari jabatan ketua partai politik.
"Kalau kita mengambil sikap mundur, sama halnya kita tidak siap berbeda, sebab orang yang mundur karena berbeda itu orang yang belum memahami betul demokrasi,"tambahnya lagi.
Dia mengatakan jika nantinya keputusan DPR mengembalikan pemilihan kepala daerah ke DPRD, maka itu juga harus dihormati sebagi sebuah keputusan bersama.
"Saya bilang begini, tapi kalau keputusan mayoritas berbeda, maka itu harus kita ikuti. Itulah proses demokrasi," katanya.
Anwar mengatakan secara pribadi dirinya lebih memilih melanjutkan pemilihan kepala daerah langsung dibanding dengan pemilihan dilakukan DPRD.
Dia mengatakan kekurangan dari Pilkada langsung perlu perbaikan mulai dari rekrutmen calon kepala daerah sampai pada pengawasan keuangan calon. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend