Suara.com - Rapat Paripurna Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akhirnya dilanjutkan sekira pukul 22.48 WIB, Kamis (25/9/2014). Rapat ini molor tiga jam lebih dari jadwal yang ditetapkan sebelumnya, yaitu pukul 19.30 WIB.
Pimpinan rapat, Priyo Budi Santoso mengatakan, ada lima hal yang substantif dalam forum lobi tadi yang sepakat.
"Saya akan sampaikan hasil lobi yang dilakukan pimpinan fraksi, terhadap lima hal substansi, yang dilaporkan pansus, Komisi II, panja, yang dibawa ke forum lobi," kata Priyo membuka rapat.
Dalam lobi, munculnya opsi Pilkada langsung dengan sejumlah syarat. Pertama, adalah soal subtansi tentang paket atau tidak paket, maksudnya pemilihan kepala daerah yang sepaket dengan wakilnya. "Hasil lobi tadi, memilih kepala daerahnya saja tanpa wakil," kata Priyo.
Kemudian, supaya tidak ada konflik kepentingan dengan calon incumbent, hasil forum lobi tadi memutuskan pelarangan dan tidak boleh untuk calon yang memiliki ikatan perkawinan. "Jadi suami untuk periode berikutnya istrinya nggak boleh harus menunggu jeda 5 tahun," kata Priyo.
Ketiga, forum lobi tadi juga membahas soal proses rekapitulasi pilkada langsung. Keputusannya adalah rekapitulasi yang dilakukan secara berjenjang. "Artinya dari TPS ke KPU, tadi disepakati berjenjang," tutur politisi Golkar itu.
Yang keempat, sambung Priyo adalah soal satu atau dua putaran untuk diberlangsungkannya Pilkada itu sendiri. Persoalan ini, Priyo mengatakan menyerahkan kepada Komisi II untuk mengkaji lebih dalam. "Nanti dipersilakan kepada Pak Arief Wibowo untuk mengkaji hal itu," tambahnya.
Kelima, kata Priyo, adanya permintaan khusus Partai Demokrat tentang syarat Pilkada langsung. Namun, tidak mencapai mufakat sehingga harus dibawa ke dalam rapat paripurna malam ini. "Dan opsi yang ditawarkan demokrat ini tidak bisa mencapai mufakat," katanya.
Dengan demikian, sambung Priyo, hanya ada dua opsi yang tersedia untuk diambil keputusan RUU Pilkada ini. "Bisa mufakat atau voting. Pilihannya cuma dua, langsung, atau lewat DPRD," papar Priyo.
Namun, belum selesai Priyo melanjutkan proses rapat kali ini, intrupsi menghujaninya. Seharusnya dia memberikan kesempatan kepada Partai Demokrat untuk memaparkan pandangannya. Tetapi, anggota DPR lain meminta penjelasan Priyo. Sidang ini pun masih terus berjalan hingga saat ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok
-
PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia
-
Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti
-
Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram
-
Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026
-
Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura
-
UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS