Suara.com - Sebanyak lima unit ambulans bantuan kemanusiaan untuk penduduk Jalur Gaza, Palestina, kini masih terkatung-katung di Mesir lantaran dihambat masuk ke Gaza oleh pihak berwenang Mesir tanpa alasan jelas.
"Tidak jelas alasan Mesir menghambat pengiriman ambulans ke Gaza padahal rakyat Gaza sangat membutuhkannya," kata Duta Besar RI untuk Mesir Nurfaizi Suwandi dalam perbincangan dengan Antara di Kairo, Kamis (25/9/2015).
Saat ini KBRI sedang berusaha menemui pejabat kemenlu Mesir untuk menanyai alasan kenapa ambulans dilarang masuk Gaza, ujar mantan Kapolda Metro Jakarta Raya itu.
Sebelumnya, KBRI Kairo mengirim nota diplomatik ke Kementerian Luar Negeri Mesir bernomor B460/9/2014 tanggal 9 September 2014 untuk memohon izin tahap awal pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza berupa satu unit ambulans, bahan makanan serta obat-obatan dan tiga orang yang mengantarkan bantuan itu.
Namun, dalam surat balasan nota diplomatik dari Kemenlu Mesir Nomor 1565 tanggal 21 September 2014 menyatakan bahwa Mesir hanya mengizinkan pengiriman bahan makanan, namun tidak untuk ambulans dan orang.
Larangan pengiriman ambulans dalam surat balasan Kemenlu Mesir itu tanpa disertai alasan.
Sementara itu, Sudayat Kosasih dari Aksi Tanggap Darurat (ATD) yang mengurusi pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza, mengungkapkan, persiapan pengiriman ambulans itu sejak Juli lalu saat agresi militer Israel ke Gaza.
Adapun bantuan bahan makanan dan obat-obat telah dikirim ke Gaza melalui lembaga bantuan kemanusiaan Mesir, katanya.
Lima unit ambulans itu merupakan bantuan dari empat lembaga swadaya masyarakat Indonesia, masing-masing dua unit ambulans dari Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (MNRP), satu unit dari Bulan Sabit Merah Jakarta, satu unit bantuan Aksi Tanggap Darurat (ATD), satu unit lagi dari Pos Peduli Ummat Partai Keadilan Sejahtera (PDU-PKS).
Sudayat mengemukakan, bantuan ambulans itu sangat urgen bagi rakyat Gaza karena banyak ambulans di Gaza hancur akibat terkena roket serangan udara Israel.
Disebutkan, dua dari ambulans itu masih tersimpan di gudang Dermaga Alexandria, Mesir.
Batas waktu penetipan dua unit ambulans itu hingga 30 September 2014, bila melewati tanggal tersebut maka akan didenda 5.000 dolar AS.
"Bila hingga Senin (29/9) belum ada kejelasan izin masuk Gaza, maka lima unit ambulans itu akan diparkir sementara di KBRI Kairo," tutur Sudayat.
Sulitnya pemberian izin pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza ini baru terjadi setelah pemerintahan baru Mesir pimpinan Presiden Abdel Fatah Al Sisi.
"Padahal di zaman Presiden Mohamed Moursi, pengiriman bantuan ke Gaza dipermudah," kata Basri Daly, mahasiswa Indonesia yang membantu pengurusan bantuan ke Gaza. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar