Suara.com - Parlemen Inggris pada Jumat (26/9/2014) lalu akhirnya telah memutuskan mendukung rencana pemerintahnya untuk turut menggempur ISIS di Irak dan Suriah, terutama lewat serangan udara, bersama Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara lain. Keputusan itu segera menuai sejumlah kecaman keras, termasuk salah satunya dengan mundurnya seorang "menteri bayangan".
Sosok yang menyatakan mundur itu adalah Rushanara Ali, anggota parlemen dari Partai Buruh yang duduk sebagai oposisi. Untuk diketahui, partai oposisi biasanya memang memiliki "kabinet bayangan", dengan orang-orang yang rata-rata bisa diangkat menjadi anggota kabinet sebenarnya jika mereka berkuasa. Dalam hal ini, Ali selama ini ditunjuk menjabat sebagai Menteri Pendidikan "bayangan".
Menurut anggota parlemen Inggris yang kelahiran Bangladesh ini, dia memutuskan mundur dari posisinya di "baris terdepan" parlemen, demi berupaya abstain dari keputusan pimpinan partainya turut mendukung rencana pemerintah.
"Saya paham apa yang telah diputuskan, dan tidak akan memberikan vote untuk menentangnya. Tapi saya secara kesadaran diri tidak bisa mendukung langkah ini," tulis Ali kepada pimpinan Partai Buruh, Ed Miliband, sebagaimana antara lain dikutip The Daily Star, Minggu (28/9).
Ali diketahui terpilih pada 2010 lalu, mewakili kawasan Bethnal Green and Bow di timur London, yang terkenal memiliki populasi warga Muslim cukup besar.
"Saya tak yakin jika aksi milter ini akan efektif dalam jangka pendek, dalam hal (konon) hanya menargetkan teroris dan tidak mengorbankan warga sipil tak bersalah," sambung Ali.
Sebagaimana diketahui, dalam voting dukungan aksi militer itu, parlemen Inggris mencatatkan 524 suara yang pro kepada rencana pemerintah, versus 43 yang kontra, dengan sisanya beberapa orang abstain.
"Ini bukanlah sebuah ancaman di sisi dunia yang jauh di luar sana. Masih belum saat ini, tapi kita bakal berhadapan dengan kekhalifahan teroris di pesisir Mediterania nantinya," ungkap Perdana Menteri (PM) David Cameron, jelang pemungutan suara saat itu.
Dengan keputusan itu, pesawat-pesawat tempur Inggris segera akan bergabung dengan pesawat lainnya dari AS, Prancis, juga Arab Saudi, UEA, Bahrain, Yordania, serta Belgia dan Denmark, demi menyerang sasaran-sasaran yang diyakini sebagai basis ISIS. Aksi penuh pesawat-pesawat Inggris segera dimulai dalam beberapa hari ini, meski sementara itu rangkaian protes anti-perang pun bermunculan di negeri itu. [Daily Star]
Berita Terkait
-
Dipecat Chelsea di Awal Tahun 2026, Begini Statistik Lengkap Enzo Maresca
-
Chelsea Pecat Enzo Maresca, The Blues Siapkan Dua Calon Pengganti
-
Kapan Chelsea Pecat Enzo Maresca? 3 Pelatih Siap Gantikan
-
Pep Guardiola Buka Suara: Perebutan Juara Premier League Musim Ini Bukan Cuma Arsenal dan City
-
Bursa Transfer Januari 2026 Dibuka: Peta Lengkap Rencana 20 Klub Premier League
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Prabowo Setujui Satgas Kuala! Anggarkan Rp60 Triliun untuk Keruk Sungai dari Laut
-
Tawuran Awali Tahun Baru di Jakarta, Pengamat Sebut Solusi Pemprov DKI Hanya Sentuh Permukaan
-
Tiket Museum Nasional Naik Drastis, Pengamat: Edukasi Jangan Dijadikan Bisnis!
-
Timbunan Sampah Malam Tahun Baru Jogja Capai 30 Ton, Didominasi Alas Plastik dan Gelas Minuman
-
Nasib Pedagang BKT: Tolak Setoran Preman, Babak Belur Dihajar 'Eksekutor'
-
Ragunan 'Meledak' di Tahun Baru, Pengunjung Tembus 113 Ribu Orang Sehari
-
KUHP Baru Berlaku Besok, YLBHI Minta Perppu Diterbitkan Sampai Aturan Turunan Lengkap
-
KUHAP Baru Berlaku Besok, YLBHI Sebut Indonesia Darurat Hukum
-
Demokrat Tegaskan SBY Difitnah, Ancam Penjarakan Akun TikTok Penyebar Isu Ijazah Jokowi
-
Sabu 50 Kg Disamarkan Label Durian, Kurir Ditangkap sebelum Masuk Kampung Bahari