Suara.com - Seorang lelaki asal Iran nekat berjalan dari Florida, Amerika Serikat (AS), menuju kawasan Segitiga Bermuda hanya dengan menggunakan bola udara. Dirinya berhasil diselamatkan oleh penjaga pantai AS.
Reza Baluchi, nama lelaki asal Iran tersebut. Ia nekat melakukan perjalanan sejauh 1.600 kilometer dari Florida menuju Bermuda.
Sebenarnya, Reza sudah diperingatkan oleh penjaga pantai untuk mengurungkan niatnya sejak hari Rabu lalu. Ia diingatkan akan bahaya yang bisa ia hadapi dalam perjalanannya.
Reza menolak dan tetap bersikeras melanjutkan niatnya. Kendati demikian ia tetap mengaktifkan alat pemancarnya agar tetap bisa diketahui keberadaannya.
Reza berangkat dengan menggunakan bola udaranya yang terbuat dari plastik setebal 3 milimeter. Untuk menggerakkannya, ia berlari di dalam bola tersebut seperti hamster yang berlari dalam roda putar.
Ia sudah merencanakan perjalanannya sedemikian rupa. Ia akan berlari pada pagi hari, dan tidur dengan kantong tidur di malam hari.
Selain mengkonsumsi bekal yang ia bawa, Reza juga berencana menangkap ikan untuk tambahan makanannya. Tujuan perjalanannya bisa dibilang sangat mulia. Ia ingin menggalang dana bagi anak-anak yang membutuhkan, serta menginspirasi mereka yang kehilangan harapan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Namun, upayanya terhenti. Ia mengalami kelelahan dan disorientasi dalam perjalanannya tersebut. Beruntung petugas penjaga pantai berhasil menyelamatkannya.
Reza adalah warga Iran yang mendapat suaka politik dari AS pada tahun 2003. Sebelumnya ia ditangkap di Iran atas tuduhan aksi pro-Barat dan tindakan anti-Islam, termasuk nekat makan di bulan suci Ramadhan.
Reza pernah jadi berita karena mencoba memecahkan sejumlah rekor. Semua ia lakukan untuk menggalang dana bagi rumah sakit khusus anak-anak.
Selain mencoba mengelilingi Amerika Serikat, Reza pernah juga berkeliling ke 55 negara di enam benua. (Sky.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok