- Jimly Asshiddiqie berencana menyampaikan hasil Komisi Reformasi Polri kepada Presiden Prabowo di Istana Jakarta, Kamis (5/2/2026).
- Jimly memanfaatkan pertemuan ormas Islam dengan Presiden untuk meminta waktu khusus membahas laporan reformasi Polri tersebut.
- Laporan hasil kerja Komisi Reformasi Polri memerlukan arahan dan keputusan dari Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah selanjutnya.
Suara.com - Jimly Asshiddiqie mengaku akan bisik-bisik ke Presiden Prabowo Subianto perihal laporan hasil Komisi Percepatan Reformasi Polri. Bisik-bisik dilakukan Jimly dalam pertemuan antara ormas Islam dan Prabowo di Istana.
Diketahui, Jimly Asshiddiqie merupakan Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri tetapi kehadirannya di Istana pada sore ini dalam kapasitas sebagai Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI).
"Ya, nanti saya mau bisik-bisik minta waktu," kata Jimly di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Jimly menyampaikan ia sudah meminta waktu kepada Prabowo untuk melaporkan hasil Komisi Percepatan Reformasi Polri.
Rencananya, pertemuan dilakukan usai lawatan Prabowo dari Amerika Serikat (AS), namun tertunda mengingat kesibukan kepala negara.
"Jadi kepada masyarakat luas saya perlu lapor bahwa Komisi Percepatan Reformasi sudah selesai menjalankan tugasnya, tinggal ada keputusan-keputusan yang kami tidak bisa putuskan sendiri. Nah, perlu melapor dulu mendapat arahan dari beliau," kata Jimly.
"Makanya ini saya manfaatkan buka puasa sore ini untuk kasak-kusuk supaya presiden menyediakan waktu supaya masalah selesai salah satu masalah dalam negeri," sambungnya.
Sebelum ke Istana pada sore ini, Jimly menyampaikan ia telah melaksanakan rapat dengan Komisi Percepatan Reformasi Polri.
"Saya sendiri tadi pagi sudah habis rapat Komisi Percepatan Reformasi Polri, jadi saya mau melapor ke beliau. Kita sudah siap untuk melapor hasil Komisi Reformasi. Kalau yang ini undangan pribadi aja," kata Jimly saat tiba di Istana.
Baca Juga: Bareskrim Polri Minta Bank Perketat Aturan Buka Rekening demi Putus Aliran Dana Judi Online
Berita Terkait
-
Polri Limpahkan Rp58,1 Miliar Uang Rampasan Kasus Judi Online ke Negara
-
Purbaya Umumkan Aturan THR & Gaji ke-13 ASN-TNI-Polri, Kapan Cair?
-
Bareskrim Polri Minta Bank Perketat Aturan Buka Rekening demi Putus Aliran Dana Judi Online
-
Tembakan Polisi Tewaskan Remaja di Makassar, Polri Klaim Penggunaan Senpi Terus Dievaluasi
-
Bareskrim Rampas dan Setor Uang Rp58,1 Miliar Hasil Kejahatan Judi Online ke Negara
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
Terkini
-
Studi CREA: Hilirisasi Nikel RI Masih Didominasi Baja Tahan Karat, Belum Untuk EV
-
Sebut Standar Perlindungan PRT Dalam dan LN Kini Setara, Legislator Nasdem: Kemenangan Kemanusiaan
-
AS Makin Keras! Ancam Bikin Lumpuh Kiriman Minyak Dunia dari Pulau Kharg
-
Inggris dan Prancis akan Gelar Pertemuan Militer 20 Negara, Bahas Strategi Buka Kembali Selat Hormuz
-
Negara Arab Desak Iran Bayar Ganti Rugi, Kecam Penutupan Selat Hormuz
-
China Tuding AS Biang Kerok Ketegangan Nuklir Iran, Beijing Ogah Tunduk ke Trump
-
Warga vs Mata Elang Bentrok di Klender, Kantor Penagih Motor Jadi Sasaran Amuk
-
Studi: Model Iklim Meleset, Laut Selatan Memanas Lebih Cepat
-
Timur Tengah Gencatan Senjata, Jet Tempur Myanmar Bombardir Wilayah Thailand
-
Krisis Avtur Dimulai, Maskapai Eropa Ini Batalkan 20 Ribu Penerbangan