Suara.com - Marcus Peter Volcke, warga negara Australia yang membunuh WNI transgender, Mayang Prasetyo mempunyai karakter sebagai seorang laki-laki yang ‘dingin.’ Hal itu dingkapkan sahabat Mayang kepada koran lokal di Brisbane, The Courier.
“Dia sebenarnya orang yang baik, tetapi terkadang labil, dia bisa dengan mudah marah. Sebenarnya itu sama saja dengan laki-laki lain tetapi dia kadang bersikap dingin,” ujarnya tanpa mau disebutkan identitasnya.
Sahabat Mayang itu mengungkapkan, Peter juga terlihat berbeda dengan sahabat laki-laki Mayang lainnya. Kata dia, Peter seperti mempunyai sisi gelap. Namun, dia tidak menjelaskan sisi gelap seperti apa yang dimiliki Peter.
Selain itu, Peter juga diketahui mempunyai dua akun Facebook yang berbeda. Meski memasang status telah bertunangan dengan Mayang pada Agustus tahun lalu, dia juga sering mengunggah status yang menyatakan dirinya tengah tertarik dengan perempuan lain ketika tengah bertugas.
Di salah satu halaman Facebooknya, Peter juga menentang kekerasan terhadap perempuan. Selain itu, Peter juga sangat tertarik terhadap isu-isu kemanusiaan dan meminta kekerasan terhadap binatang dihentikan.
WNI atas nama Mayang Prasetyo pada Sabtu (4/10/2014) pukul 9 malam waktu Brisbane dibunuh, dimutilasi dan direbus oleh kekasihnya, Markus Peter Volke warga Australia di apartemen mereka di Teneriffe, Brisbane, Queensland.
Ketika akan ditangkap polisi, pelaku melarikan diri kemudian bunuh diri di dekat sebuah tong sampah yang berjarak sekitar 100 meter dari TKP. Pelaku dan korban sama-sama bekerja sebagai chef atau koki di kapal pesiar. Korban berasal dari Melbourne dan baru pindah sementara ke Brisbane sekitar 6 bulan lalu.
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) telah berkoordinasi dengan polisi Brisbane yang sedang melakukan investigasi, namun hasilnya belum final. KJRI Sydney juga sedang berkoordinasi dengan KJRI Melbourne tentang detail informasi mengenai pembunuhan Mayang Prasetyo. (News)
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045
-
Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional
-
Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!
-
Tragedi KRL Maut Bekasi Timur Naik Penyidikan: Polisi Bidik Tersangka!
-
Mitos Zona Aman Gerbong Tengah: Mengapa Usul Menteri PPPA Dinilai Tak Sentuh Akar Masalah?
-
Demi Wujudkan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Minta Papua Dukung Asta Cita Presiden
-
Dosen Diduga Terlibat Kasus Daycare Little Aresha, Begini Respons UGM
-
Wamendagri Wiyagus: Perkuat Peran Damkar, Satpol PP dan Satlinmas untuk Lindungi Masyarakat
-
Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar
-
Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan