Suara.com - Seorang petugas parkir, satu dari 14 korban luka-luka dalam peristiwa ledakan granat di Sun Complex, Jalan Bukit Bintang, Kuala Lumpur, Malaysia hari Kamis (9/10/2014) akhirnya meninggal dunia. Si petugas parkir meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya.
Menurut keterangan polisi setempat, Tiong Kwang Yie, (36), si petugas parkir meninggal dunia setelah sebelumnya sempat dirawat di ruang perawatan intensif (ICU) rumah sakit.
Lelaki asal Sibu, Sarawak tersebut adalah satu dari 14 korban luka yang dilarikan ke rumah sakit pasca ledakan di depan klub malam Cherry Blossom.
Di antara mereka yang menjadi korban luka, dua orang adalah warga negara Cina, dua orang warga negara Singapura, sementara satu lainnya merupakan warga negara Thailand. Mereka dirawat di Rumah Sakit Kuala Lumpur dan Rumah Sakit Gleneagles.
Polisi masih belum dapat memastikan apa latar belakang terjadinya serangan granat. Mereka masih menyelidiki kasus tersebut.
Sebelumnya diberitakan, polisi pertama kali menerima informasi soal ledakan granat di depan klub malam tersebut sekitar pukul 04.30 pagi. Ledakan diyakini berasal dari bawah sebuah mobil yang diparkir di sekitar lokasi. Sebuah bahan peledak lainnya, diduga juga granat, ditemukan di bawah sebuah mobil Toyota Camry.
Dua bahan peledak itu diketahui dilempar dari lantai dua sebuah gedung. Kendaraan yang mengalami kerusakan antara lain Toyota Vellfire, Toyota Camry, Mazda, dan satu BMW 5 Series. (The Star)
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir
-
Serangan Brutal AS-Israel Sengaja Targetkan Anak-anak, Kemenkes Iran Rilis Data Mengerikan
-
Pakar UGM Kritik Serangan AS ke Iran: Ada Standar Ganda Soal Nuklir Israel
-
Solidaritas Tanpa Batas: Warga Iran Tetap Bela Palestina di Tengah Gempuran Rudal AS-Israel
-
GMNI Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Prabowo dan Kapolri Bertindak
-
TMP Bakal Dikelola Kemenhan, Gus Ipul Sebut Kemensos Tak Punya Kapasitas Cukup
-
Isu Sanksi AS Usai Indonesia Borong Rudal BrahMos Rp 5,9 Triliun, Pakar Buka Suara
-
Menteri HAM Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Minta Polisi Usut Tuntas
-
Cegah Defisit Dampak Perang, Prabowo Lirik Jurus Pakistan: Pangkas Gaji Pejabat hingga WFH
-
Skenario Perang Nuklir Israel-Iran, Pakar: Opsi Terakhir yang Risikonya Terlalu Besar