Suara.com - Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Timor Leste, Xanana Gusmao. Pertemuan itu menurutnya terjadi saat acara HUT TNI, beberapa hari lalu.
"Saya memang ketemu kok, di Surabaya. Ya, ketemu, dan menanyakan kabarnya gimana? Timor Leste gimana? Cerita dikit, dan bicara 'Oh, nanti kita ngomong-ngomong lebih banyak lagi'," ungkap Jokowi, di Balai Kota DKI, Jakarta, Kamis (9/4/2014).
Disinggung soal kabar keinginan Xanana agar Timor Leste bergabung kembali ke Indonesia, Jokowi belum mau berandai-andai. Pasalnya, dia mengaku belum mendengar kabar itu. Dia pun memilih berhati-hati untuk berkomentar, lantaran ini masalah bilateral dua negara.
"Wong kita belum berbicara. Kalau kita berbicara, (harus) panjang lebar. Ini kan masalah bilateral negara dengan negara," katanya.
Sebelumnya, sejumlah media nasional memberitakan keinginan PM Timor Leste, Xanana Gusmao, untuk bergabung lagi dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Xanana mengakui adanya kemungkinan negaranya bergabung kembali dengan Indonesia itu, setelah berpisah dari RI selama 15 tahun.
"Timor Leste harus bergabung dengan Indonesia. Kami butuh pemimpin baru," tutur Xanana di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/10/2014), seperti dikutip sejumlah media.
Namun begitu, belakangan Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sjafrie Sjamsoeddin, meluruskan sejumlah pemberitaan media nasional yang mengklaim telah mewawancarai Xanana Gusmao itu. Beberapa media tersebut memang menyebut bahwa Xanana ingin negaranya bergabung kembali dengan Indonesia.
"Saya ingin mengarisbawahi bahwa wacana (pemberitaan) yang disebutkan dalam tagline (media) itu, tidak ada," ujar Sjafrie, di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Kamis (9/10/2014).
Sjafrie mengaku menyakini hal tersebut, lantaran dirinya selalu mendampingi PM Xanana Gusmao selama berada di Indonesia. Termasuk ketika Xanana diwawancarai secara door stoop oleh media televisi, Syafrie mengaku berada di samping Xanana.
Wamenhan pun mengatakan, kehadiran Xanana sendiri adalah karena diundang TNI, sebagai Menteri Pertahanan Timor Leste. Dia ke sini dalam rangka menghadiri HUT TNI yang digelar di Surabaya, Selasa (7/10) lalu.
"Saya bantah (pemberitaan). Kenapa? Sebab, Pemerintah Republik Indonesia itu (telah) mengakui kedaulatan negara Timor Leste, sejak awal dia disahkan sebagai negara yang berdaulat. Dan tidak ada pernyataan PM Xanana Gusmao kepada pers soal bergabung ke Indonesia (itu)," kata Sjafrie.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Militer Jadi Petani Hingga Pejabat, Doktrin Pertahanan Negara Sedang Disalahgunakan?
-
PKB Sambut Putusan MK Soal Kuota Perempuan 30 Persen: Kami Sudah Konsisten
-
Dulu Identik dengan Lansia, Mengapa Diabetes Tipe 2 Kini 'Hobi' Menyerang Remaja?
-
Sebut Sumbar dan Jabar Suku Barbar, Abu Janda Resmi Dilaporkan ke Bareskrim!
-
Berkedok Toko Kosmetik, Dua Pengedar 210 Ribu Butir Obat Keras di Bekasi Diciduk Polisi
-
Jakarta Siaga Hantavirus: 4 ABK dari Somalia Masuk RSUD Cengkareng, Begini Kondisinya
-
Heboh Begal Pocong, Sosiolog UGM Ingatkan Publik Jaga Nalar: Ini Cipta Kondisi Ala Orba
-
Bakal Salat Idul Adha di Wisma KBRI Paris, Ini Agenda Kunjungan Prabowo di Prancis
-
68 Ribu Hewan Kurban Disembelih di Jakarta, Bagaimana Pemprov DKI Pastikan Dagingnya Aman?
-
Usut Suap Bea Cukai, KPK Bedah Misteri Kontainer yang Mengendap 30 Hari di Tanjung Emas