Suara.com - Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang menilai, Dewan Perwakikan Rakyat (DPR) saat ini sudah mencoreng nama baiknya sendiri menyusul beragam polemik yang muncul usai putusan pimpinan parlemen. Sebastian menilai konflik yang bisa disaksikan masyarakat ini sama saja tindakan bunuh diri.
"DPR sajikan sesuatu kepada masyatakat yang kurang elok dan saya pikir ini gerakan bunuh diri," kata Sebastian di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat,Sabtu (11/10/2014).
Namun, menurutnya hal tersebut bukanlah tanpa sebab. Pasalnya, konflik politik di parlemen dimulai dari pembahasan Undang-undang MD3, Undang-undang Pilkada, perebutan pimpinan DPR MPR. Rentetan konflik itu membuat masyarakat justru mencibir Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang hanya mengutamakan kepentingan golongan semata.
Sebastian menambahkan, situasi politik yang terjadi di awal periode ini sudah membuat masyarakat resah. Hal itu diperparah oleh pertarungan antara Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dengan Koalisi Merah Putih (KMP) di parlemen.
"Memang ini bukan tanpa alasan, tapi semuanya seolah mengincar tampuk kekuasaan," tambahnya.
Dan menurutnya untuk mengembalikan nama baik lembaga DPR ke depan butuh waktu yang tidak sebentar. Untuk memwujudkan itu, Sebastian mengimbau DPR agar bekerja sesuai dengan harapan rakyat. Hanya hal itu yang bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat.
"DPR mesti kerja keras untuk mengembalikan trust atau kepercayaan publik ke depan,"kata Sebastian.
Di sisi lain, menurut Sebastian, apa yang dilakukan oleh anggota DPR tersebut dapat membuat masyarakat menjadi melek politik dan kesadaran akan politik menjadi lebih meningkat.
"Tapi diluar itu, masyarakat sekarang semakin cerdas dengan tingkah yang ditunjukan DPR, dan DPR harus tahu itu," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Balas Dendam Iran Membara di Bandara Ben Gurion Akibat Agresi AS dan Israel
-
Pesawat Tempur AS Rontok Lagi Lawan Iran Hingga Angkatan Udara Kehilangan 7 Armada Udara
-
Operasi Penyelamatan Pilot F-15E AS di Iran, CIA Gunakan Taktik Sebar Hoax
-
Iran Hancurkan Black Hawk AS di Isfahan, Gagalkan Misi Rahasia Penyelamatan Pilot Tempur Trump
-
Bak Adegan Film Hollywood, Washington Klaim Sukses Selamatkan Pilot AS di Iran
-
Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
-
Sebut Indikasi Kecelakaan Kalideres Murni Musibah, Kadispenad Pastikan Pemeriksaan Tetap Dilakukan
-
Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
AS-Israel Gempur Wilayah Iran: 15 Orang Tewas, Pasukan IRGC Gugur dan Pilot F-15E Dicari