Suara.com - Masyarakat Indonesia perlu berhati-hati menanggapi upaya kelompok Progress 98 yang mendesak Komisi Hukum DPR memanggil Kejaksaan Agung lantaran tidak memanggil Presiden terpilih Joko Widodo terkait kasus pengadaan bus Transjakarta.
Direktur Eksekutif Lingkaran Madani Indonesia Ray Rangkuti mempertanyakan motif Ketua Progress 98 Faizal Assegaf, apakah karena unsur dendam politik atau murni mendorong penegakan hukum.
"Cuma masyarakat bisa menilai apakah pemanggilan Kejagung cukup alasan, atau semata-mata karena misalnya ada dendam politik yang terus dipelihara (kubu Prabowo)," kata Ray kepada Suara.com, Selasa (14/10/2014).
Ray tidak bermaksud menghalangi desakan agar Komisi III DPR memanggil Kejagung bila memang punya dasar yang kuat. Justru dengan pemanggilan itu, nanti semuanya menjadi terang benderang.
"Gak apa-apa kalau Komisi III harus memanggil, dilakukan saja tinggal dijelaskan oleh kejaksaan. Apakah memang udah ada indikasi keterlibatan (Jokowi sebagai Gubernur Jakarta) di kasus itu. Itu sudah kewenangan Komisi III," ujar Ray.
Dalam konferensi pers kemarin, Senin (13/10/2014), Faizal mengatakan dalam kasus pengadaan bus Transjakarta gandeng, lebih dari 60 orang saksi sudah dipanggil Kejagung. Namun, kata dia, sampai sekarang Jokowi belum dimintai keterangan.
"Sudah 60 saksi dipanggil, kok Jokowi gak dipanggil. Kami ingin gelar kasus di depan publik. Biar ketahuan dimana mandeknya," kata Faisal.
Dalam kasus tersebut, Kejagung telah menetapkan bekas Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono menjadi tersangka. Saat ini, Udar ditahan di Rutan Salemba.
Selain Udar, Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan berinisial GNW dan seorang pensiunan PNS Dishub DKI Jakarta berinisial HH juga sudah jadi tersangka dan kini ditahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Teheran Tutup Wilayah Udara Selama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
-
Pakar UGM: Wajar Publik Curiga Pengangkatan Komisaris BUMN karena Balas Jasa Politik
-
Kronologi Pertemuan Menhut dan Bupati Kuansing, Dari Amplop Sampai Alih Fungsi Hutan
-
Penguatan Fiskal hingga Digitalisasi Layanan Masuk 10 Rekomendasi untuk Kota di Indonesia
-
Bukan Provokasi, Boikot Pajak Dinilai jadi Hak Pembangkangan Sipil
-
Minta Bantuan Dana Parpol Naik, ICW Tantang Partai Buka Laporan Keuangan
-
Perludem Usul Sistem e-Banpol, Publik Bisa Pantau Penggunaan Dana Partai Secara Real-Time
-
Vonis Seumur Hidup untuk Priyo, Eksekutor Keji yang Habisi 5 Nyawa di Indramayu
-
Korban Penyekapan 3 Tahun Bakal Jalani Operasi Bertahap, Begini Kondisinya Kini
-
Bayar Rp200 Ribu Sebulan Bisa Naik Transjakarta Setiap Hari? Begini Skemanya