- Masjid Kampus UGM mengadakan Ramadan di Kampus (RDK) dengan tema besar Merajut Harmoni Sosial sebagai Pilar Pembangunan Manusia Indonesia.
- RDK menghadirkan tokoh nasional dan pakar UGM dalam kajian rutin selama Ramadan, mulai sahur hingga tarawih.
- Masjid Kampus UGM menyediakan minimal 1.500 porsi buka puasa dan 500 porsi sahur gratis untuk umum setiap hari.
Suara.com - Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menghadirkan berbagai kegiatan dan kajian selama bulan Ramadan 1447 H. Dalam kajian tersebut nantinya akan menghadirkan sejumlah tokoh intelektual nasional sebagai pembicara.
Mulai dari mantan wakil presiden Muhammad Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Pratikno, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti, hingga Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, dan masih banyak lagi.
Tak hanya dari kalangan tokoh nasional, dosen dan pakar UGM pun turut menjadi pembicara dalam kajian ini.
Wakil Takmir Masjid Kampus UGM sekaligus Pembina UKM Jamaah Shalahuddin, Muhammad Agung Bramantya, menyampaikan bahwa kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) ini merupakan agenda rutin selama Ramadan yang menginisiasi berbagai kegiatan keislaman di sekitar kampus UGM.
"Jadi ini merupakan kegiatan turun-temurun yang selalu ditunggu-tunggu oleh mahasiswa sivitas akademika, baik di internal UGM maupun di eksternal UGM," kata Agung, Senin (16/2/2026).
Disampaikan Agung, tema besar RDK pada tahun ini bertajuk Merajut Harmoni Sosial sebagai Pilar Pembangunan Manusia Indonesia.
Menurut dia, kegiatan kajian selama Ramadan ini mendorong terbentuknya lingkungan yang inklusif dan berkeadilan, termasuk penguatan harmoni sosial masyarakat Indonesia, serta menumbuhkan pola pikir kolektif yang berkelanjutan.
Kemudian, penting pula untuk memperkuat nilai gotong royong dan toleransi, serta mewujudkan partisipasi masyarakat dan kolaborasi lintas sektoral.
"Maka kemudian kita turunkan menjadi tema-tema pembicara," ujarnya.
Baca Juga: Mengintip Suasana Ramadan Komunitas Islam Syiah di Pejaten
Rangkaian RDK ini berlangsung selama satu bulan penuh selama Ramadan dengan menghadirkan kegiatan dari sahur hingga tarawih. Diawali dengan sahur gratis dan mimbar subuh, menjelang berbuka terdapat Safari di Bulan Ramadan.
Kemudian, setelah tarawih diisi dengan Ramadan Public Lecture. Selain itu, terdapat rangkaian kegiatan lain seperti RDK Festival, RDK Competition, dan Festival Buku.
Agung mengatakan hal yang berbeda dengan RDK tahun sebelumnya adalah tema yang diusung lebih mengedepankan pembangunan kemanusiaan.
"Tahun ini kita mencoba melangkah lebih maju lagi terkait dengan pembangunan manusia dan mewujudkan harmoni sosial," tuturnya.
Siapkan 1.500 Porsi Buka Per Hari
Masjid Kampus UGM tak hanya menghadirkan berbagai acara menarik, tetapi juga menu untuk sahur dan berbuka puasa yang beragam setiap harinya.
Menu-menu tersebut tidak hanya dikhususkan untuk mahasiswa UGM saja. Menurut Agung, khalayak umum juga dapat mengambil menu berbuka dan sahur tersebut.
"Untuk berbuka puasa kita menyediakan minimal 1.500 porsi tiap harinya. Kemudian untuk sahur sebanyak 500 porsi per hari yang disediakan pada malam ganjil atau di tanggal-tanggal ganjil di bulan Ramadan," ungkap Agung.
Bagi yang tertarik mengikuti kajian dan berbuka puasa di Masjid Kampus UGM, dapat memantau informasi melalui media sosial yang tersedia.
Tak hanya Masjid Kampus UGM, Mardliyah Islamic Center juga mengadakan rangkaian kegiatan Ramadan di kampus yang diberi nama Ramadan Berkah Mardliyah (RBM) 1447 H. Rangkaian kegiatan dari Masjid Kampus Mardliyah Islamic Center sudah berjalan sejak sebelum Ramadan dimulai dengan mengadakan MIC Berbagi.
Selama Ramadan berlangsung, RBM mengadakan kajian sepanjang hari, mulai dari sahur, dzuhur, iftar, hingga tarawih. Dalam rangkaian RBM terdapat kajian yang menghadirkan pembicara internasional.
Rangkaian RBM juga dimeriahkan dengan lomba-lomba yang dilaksanakan secara daring dan luring sebagai sarana edukasi sekaligus menyebarkan kebahagiaan.
Berita Terkait
-
Mengintip Suasana Ramadan Komunitas Islam Syiah di Pejaten
-
25 Contoh Ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447 H
-
Masjid Jogokariyan Siapkan 3.800 Porsi Buka Puasa, Jadi Ajang Lomba Kebaikan Ibu-ibu Saat Ramadan
-
Sambut Ramadan 2026, Ini Deretan Sinetron dan Serial Streaming Pilihan untuk Sahur dan Berbuka Puasa
-
Kapan Mulai Sholat Tarawih 2026? Ini Penetapan Tanggal 1 Ramadhan 1447 H Resmi
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Hasil Uji Rambut Positif, Eks Kapolres Bima AKBP Didik Simpan Sabu dan Ekstasi di Rumah
-
Hentikan Provokasi! Spanduk Penolakan GBI Pasar Baru Jambi Coreng Nilai Toleransi dan Konstitusi
-
Meutia Hatta Soroti Bocah Bunuh Diri di NTT, Minta Istri Pejabat Ikut Ingatkan Pemerintah
-
Nilai Kondisi Pola Asuh Anak Sedang Rapuh, Menteri PPPA Sebut Kekuatan Keluarga Jadi Pondasi Negara
-
Mengintip Suasana Ramadan Komunitas Islam Syiah di Pejaten
-
Jokowi Mau UU KPK Dikembalikan ke Versi Lama, Boyamin MAKI: Jangan Cari Muka!
-
Viral Bus Transjakarta Berasap hingga Keluar Cairan Hijau di Halte Pancoran, 59 Armada Diperiksa
-
Masjid Jogokariyan Siapkan 3.800 Porsi Buka Puasa, Jadi Ajang Lomba Kebaikan Ibu-ibu Saat Ramadan
-
Tembok Pagar Setinggi 5 Meter Roboh Timpa Pelataran SMPN 182 Jaksel, Diduga Akibat Tanah Labil
-
Hujan Deras Dini Hari Picu Banjir di Rowosari dan Meteseh: 110 KK Terdampak