Suara.com - Wakil DPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, mengatakan seleksi menteri merupakan hak prerogatif Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo-Jusuf Kalla. Itu sebabnya, menurut dia, dalam prosesnya tidak perlu melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.
"Menteri itu hak prerogatif Presiden. Masalah KPK, meski baik, dikirimkan nama-nama (calon menteri) ke sana, jangan sampai ini mengubah status prerogatif itu, siapa yang berkuasa? Kalau ada 44 menteri, yang dicalonkan jadi menteri, kemudian dikirim ke satu lembaga, kemudian lembaga itu semacam menyeleksi atau menandai, lalu siapa yang berkuasa? Ini kerancuan ketatanegaraan kita," kata Fadli Zon di gedung DPR, Jakarta, Selasa (21/10/2014).
Fadli menilai lembaga-lembaga tersebut tidak memiliki kewenangan untuk ikut menyeleksi calon menteri. Lembaga tadi, kata dia, hanya boleh memberikan masukan kepada Presiden.
Fadli berharap menteri kabinet Jokowi merupakan orang yang memiliki kompetensi, kapabilitas, kapasitas, dan akseptabilitas. Selain itu juga bersih, jujur, dan memiliki jejak rekam yang baik.
Ia juga mengharapkan kabinet pemerintahan periode 2014-2019 diumumkan secepatnya agar DPR sebagai sparing partner pemerintah bisa bekerja bersama.
"Harapannya, pemerintah kerja keras seperti yang disampaikan selama ini, kerja, kerja, kerja. Bukan saatnya lagi kata-kata, retorika, (kerja) ini yang ditunggu," katanya.
Terkait dengan munculnya nama yang disebut-sebut akan masuk kabinet Jokowi-JK, seperti Rusdi Kirana dan Sri Mulyani Indarwati, Fadli mengatakan siapa pun nama yang muncul biarlah masyarakat yang menilai sendiri.
"Biarkan masyarakat yang menilai. Apakah yang dimunculkan apakah ini cocok, atau dianggap transaksi politik. Biar masyarakat yang nilai. Karena masyarakat makin cerdas dan kritis," kata dia. [Bagus Santosa]
Berita Terkait
-
Bayern Munich Dilibas PSG 4-5, Wayne Rooney Kritik Pedas Harry Kane
-
FIFA Takut Kasih Sanksi ke Israel, Palestina Seret Infantino Cs ke Pengadilan
-
Andi Gani Tegaskan Perayaan May Day di Monas 'Nol Dana Negara' Meski akan Dihadiri Prabowo
-
West Ham Tunjuk Karim Virani sebagai CEO Sementara
-
Pola Kekerasan Sejak Lama, LPSK Sebut Masih Ada Potensi Lonjakan Korban Daycare Little Aresha
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Andi Gani Tegaskan Perayaan May Day di Monas 'Nol Dana Negara' Meski akan Dihadiri Prabowo
-
Pola Kekerasan Sejak Lama, LPSK Sebut Masih Ada Potensi Lonjakan Korban Daycare Little Aresha
-
Krisis Energi Tekan Kelas Menengah Indonesia, Satu Guncangan Bisa Jadi Miskin
-
Transportasi Publik Belum Jadi Layanan Dasar, ITDP Dorong Penguatan Kebijakan Nasional
-
Dunia Harus Tahu! 8 Juta Warga Sudan Terancam Kelaparan, 700 Ribu Anak di Ambang Maut
-
Stasiun Bekasi Timur Dibuka Lagi, KAI Pastikan Asepek Keselematan Sudah Terpenuhi
-
Dikritik Perang Lawan Iran, Donald Trump Murka ke Kanselir Jerman: Dia Gak Tahu Apa-apa
-
Ketergantungan Energi Fosil Bebani APBN, Transisi Energi Bisa Jadi Solusi?
-
Raja Charles Sindir Trump di Gedung Putih, Candaan soal Bahasa Prancis Bikin Ruangan Pecah
-
Bakal Hadiri May Day 2026 di Monas, Prabowo Subianto Siapkan 'Kejutan' untuk Buruh