Suara.com - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin, mengungkapkan bahwa partainya akan sepenuhnya mendukung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK) apabila benar-benar berkomitmen untuk tidak memperlemah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lebih jauh, Jokowi pun diserukan untuk berani melawan kepentingan sesaat di DPR.
"Harus ada upaya berani langsung menolak, apabila untuk melemahkan KPK. Seperti pemerintahan SBY pada dua tahun yang lalu," ungkap Didi, dalam sebuah acara diskusi di Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (21/10/2014).
Didi menambahkan, pada dasarnya fraksi-fraksi yang ada di DPR persepsinya tidak bisa disamakan.
"Di DPR itu banyak kepentingan. Tidak bisa disalahkan juga. Tinggal (itu) kepentingan untuk rakyat, atau untuk siapa," imbuhnya.
Sehubungan dengan itu, Didi berharap agar pemerintahan Jokowi-JK berani melawan kepentingan-kepentingan sesaat yang ada di parlemen.
"Apa yang ada di parlemen tidak semua harus diikuti oleh pemerintahan Jokowi. Apabila itu kepentingan sesaat, Jokowi-JK harus berani melawan," tandasnya. [Nur Ichsan]
Berita Terkait
-
Pengamat Politik UMY: Polemik Ijazah Jokowi Hanya Buang Energi di Tengah Ancaman Krisis Ekonomi
-
Komisi III DPR Minta Hakim Pertimbangkan Bebaskan Amsal Sitepu
-
Komisi III DPR RI Gelar RDPU Terkait Dugaan Korupsi Videografer Amsal Sitepu
-
Soroti Penyalahgunaan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran, KPK: Bisa Jadi Pintu Masuk Korupsi
-
KPK Disindir Satire Soal Yaqut, Begini Respons Resminya
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
Terkini
-
Konflik Timur Tengah, Ketua DPRD DKI Warning Potensi Krisis Pangan di Jakarta
-
Deg-degan, Diaspora di Jepang Berhasil Dapat Tanda Tangan Prabowo
-
Malaysia Sita Kapal Indonesia Rp 6,6 Miliar, 12 WNI Ditangkap
-
Sampah Menggunung 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati, Bau Menyengat Ganggu Aktivitas
-
Prabowo Kunjungan Kerja ke Jepang, Diaspora Sebut Momentum Emas Produk UMKM Tembus Pasar Global!
-
ANALISIS: Donald Trump Makin Terpojok karena Ulah Sendiri, Perang Iran Akan Berakhir?
-
DKI Siap Jalankan PP Tunas, Pramono Anung Soroti Bahaya Konten Digital bagi Anak
-
Studi: Pasar Karbon Dinilai Belum Efektif Lindungi Keanekaragaman Hayati, Mengapa?
-
Detik-detik Prajurit TNI Gugur di Perang Timur Tengah
-
Pengamat Politik UMY: Polemik Ijazah Jokowi Hanya Buang Energi di Tengah Ancaman Krisis Ekonomi