Suara.com - Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menginginkan Deputi Gubernur bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup DKI Sarwo Handayani dilantik sebagai Wakil Gubernur .
"Kalau boleh memilih, saya ingin Sarwo Handayani karena bisa langsung bekerja, beliau paling senior sudah tahu semua persoalan, jadi kencang," kata Basuki di Jakarta, Selasa, (21/10/2014).
Saat ditanya apakah bisa memilih sendiri wakil gubernur, Ahok mengatakan tergantung penafsiran siapa, kalau menurut saya bisa, tapi tafsiran Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik tidak bisa.
Ia mengatakan, berdasarkan penafsiran Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik, Wakil Gubernur tidak bisa menjadi Gubernur DKI Jakarta dan tetap jadi Pelaksana Tugas Gubernur.
"Jadi yang akan dilakukan oleh DPRD itu nantinya memilih kembali gubernur DKI Jakarta pengganti Joko Widodo dan saya tetap jadi wakil," kata dia.
Padahal, menurut Ahok DKI Jakarta merupakan daerah khusus dimana jika DPRD tidak mau melantiknya sebagai Gubernur hal itu akan diambil alih oleh Presiden dan Menteri Dalam Negeri untuk menetapkannya sebagai Gubernut definitif.
Menurut dia, kalau mau memperdebatkan soal aturan penetapan Gubernur oleh DPRD, ia merupakan mantan anggota Badan Legislator di DPR selama dua tahun yang juga memahami aturan.
Berdasarkan Peraturan Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 yang dikeluarkan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Pasal 174 ayat (2) dan (4) tertulis DPRD berhak menentukan siapa gubernurnya bila kepala daerah berhenti atau diberhentikan berdasar putusan pengadilan.
Terkait Perpu tersebut menurut Ahok hanya relevan diterapkan di daerah lain mengingat DKI Jakarta daerah khusus, lagi pula jika demikian maka Yogyakarta dan Aceh juga harus diterapkan aturan yang sama.
Saat ditanya apakah sebenarnya ia ingin memiliki wakil Gubernur, Ahok menjawab dimana-mana jika ada wakil lebih enak, tapi syaratnya membantu pekerjaan, kalau hanya mengganggu tidak usah. (Antara)
Tag
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
-
Harga Kripto Naik Turun, COIN Pilih Parkir Dana IPO Rp220 Miliar di Deposito dan Giro
-
Prabowo Cabut Izin Toba Pulp Lestari, INRU Pasrah dan di Ambang Ketidakpastian
-
Guncangan di Grup Astra: Izin Tambang Martabe Dicabut Prabowo, Saham UNTR Terjun Bebas 14%!
Terkini
-
Minta RUU Pidana Mati Segera Dibahas DPR, Wamenkum Usul Metode Suntik dan Kursi Listrik
-
Pegawai SPPG Mau Dijadikan ASN, Alvin Lie Punya Kekhawatiran seperti Ini
-
Gubernur Pramono: Investasi Jakarta Tembus Rp270 Triliun, Ratusan Ribu Pekerja Terserap
-
Duit Pemerasan Bupati Pati Disetor Pakai Karung, Isinya Sampai Recehan Rp10 Ribu
-
Insiden Udara di Bali, Kronologi Helikopter Raffi Ahmad Alami Gangguan Akibat Kabut Tebal
-
Anies Didorong Partai Gerakan Rakyat Maju Pilpres 2029, NasDem: Kita Belum Pikirin!
-
Dasco Luruskan Isu Pencalonan Thomas Djiwandono: Diusulkan BI, Sudah Mundur dari Gerindra
-
Tembus 25,5 Juta Penumpang di 2025, Layanan Gratis Transportasi Jakarta Berlanjut Tahun Ini
-
E-Voting dan Masa Depan Pemilu Indonesia, Sudah Siapkah Kita?
-
Mahfud MD Soroti Masa Depan Demokrasi: Vonis Rudi S. Kamri Keliru, RUU Disinformasi Jangan Ujug-ujug