Suara.com - Sebuah saluran televisi Kurdi menayangkan sebuah video klip yang mengolok-olok kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), kelompok militan yang membantai ribuan orang dan tengah bertempur sengit dengan pejuang Kurdi di perbatasan Irak serta Suriah.
Dalam video itu tampak sekelompok lelaki yang mengenakan jenggot palsu, baju hitam, dan rompi militer bernyanyi dan menari sambil menenteng senjata laras panjang AK-47 dan pedang.
"Kami berjenggot, kotor, dan bau. Kami tidak punya otak dan tidak berpikir," senandung para penyanyi yang menari dengan latar belakang bendera hitam ISIS.
"Kami ISIS. Kami memeras susu kambing, bahkan dari kambing jantan," nyanyi kelompok itu berulang-ulang.
ISIS diketahui sedang bertempur sengit memperebutkan Kobane, kota milik komunitas Kurdi di perbatasn Suriah-Turki. Selain di Kobane, ISIS juga berperang melawan pejuang kurdi di beberapa wilayah di Irak.
Perserikatan Bangsa-Bangsa sebelumnya sudah menuduh ISIS melakukan kejahatan perang dan kejahatan kemanusia di wilayah-wilayah kekuasaannya.
Kelompok itu beberapa pekan lalu diketahui mengejar-ngejar dan membantai kelompok minoritas Yazidi yang tinggal di kawasan Pegunungan Sinjar, di Irak. ISIS bahkan menawan anak-anak serta perempuan dan menjadikan mereka budak seks.
Hal itu sendiri diakui ISIS, yang dalam kampanye media online, khususnya di sebuah majalah online yang terbit bulan ini mengatakan berhasil menangkap ratusan perempuan Yazidi dan memaksa mereka menjadi budak. (Al Arabiya)
Berita Terkait
-
Terinspirasi ISIS, Dua Remaja AS Rencanakan Ledakan Massal, Targetkan Puluhan Korban
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Pasukan Kurdi Bersiap di Perbatasan, Iran Balas dengan Rudal Balistik
-
Perang AS-Iran Memanas, Batalion Perempuan Kurdi Siap Angkat Senjata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Cekcok Rebutan Lapak Mangkal, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Teman Sendiri Hidup-hidup
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok