Suara.com - Ketua Umum PPP hasil Muktamar VIII Surabaya, Romahurmuziy, mengatakan belum diundang untuk menghadiri Muktamar VIII yang akan diselenggarakan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali di Jakarta pada 30 Oktober 2014.
"Undangan soal ini juga belum ada. Oh nggak, kalau itu sudah pasti tidak, tidak ada undangan sejak 22 September untuk muktamar tanggal 30 Oktober 2014," kata Romy, Jumat (24/10/2014).
Ketika ditanya apakah nanti akan menghadiri muktamar setelah menerima undangan, secara diplomatis Romy mengatakan dia belum tahu acara tersebut bisa terselenggara atau tidak.
"Panitianya saja sampai sekarang tidak memberikan keterangan dimana, jam berapa mulai, siapa yang membuka," katanya.
Sebelumnya, Suryadharma mengatakan bahwa muktamarnya akan diselenggarakan 30 Oktober 2014. Acara tersebut, katanya, akan tetap sah walaupun Romy tidak bersedia hadir.
"Bagaimana dia mau hadir karena dia telah menyebut dirinya Ketum PPP. Lalu ada muktamar PPP pasti dia akan menilai muktamar itu tidak sah," kata dia.
Internal PPP terbelah, saat ini partai ini memiliki dua ketua umum yang masing-masing mengklaim sebagai pihak yang legal. PPP kubu Romy menegaskan dukungan kepada pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla. Sedangkan PPP kubu Suryadharma masih menjadi bagian dari Koalisi Merah Putih atau dulu mendukung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. [Nur Ichsan]
Berita Terkait
-
NGORBIT: Dari Skripsi ke Dunia Gaib, Perjalanan Raka di Film 'Dukun Magang'
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI
-
Saling Dorong di Depan DPR! Polisi Paksa Padamkan Simbol 'Kematian' Pemerintah Milik Mahasiswa
-
Karangan Bunga Hitam Putih KDM di HUT Jakarta Curi Perhatian, Ketua DPRD DKI: Unik
-
DPR Bukan Tukang 'Stempel' Pemerintah! Saan Mustopa Kalim Fungsi Kontrol Parlemen Tetap Tajam
-
Parkir Cawang Tak Dilarang Total, Sudinhub: Kami Tindak yang Bandel!
-
Bukan Merendahkan, Wamenaker Ungkap Alasan Batasi Aturan Outsourcing di 4 Jenis Pekerjaan
-
Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan
-
Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?
-
Hotel Sultan Bakal Dirobohkan! Prabowo Ingin Bangun Ikon Baru Berstandar Internasional