Suara.com - Presiden Joko Widodo rencananya akan mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Hebat pada Minggu (26/10/2014) sore di Istana Negara. Nama-nama calon menteri kembali beredar dan berbeda dengan nama-nama yang sebelumnya juga ‘bocor.’
Dalam bocoran susunan kabinet Indonesa Hebat yang diterima suara.com, tidak ada nama Wiranto yang sebelumnya diplot sebagai Menko Polhukam. Masuknya nama Wiranto dalam calon menteri sempat menuai protes karena Ketua Umum Partai Hanura itu diduga terlibat kasus pelanggaran HAM di masa lalu.
Inilah susunan kabinet Jokowi-JK yang beredar sejak pagi tadi dan belum diverifikasi kebenarannya.
1. Sekretaris Negara: Pratikno
2. Sekretaris Kabinet: Andrinoff Chaniago
3. Menteri Kemaritiman: Indroyono Soesilo
4. Menko Polhukam:Tedjo Edy Purdjianto
5. Menko Perekonomian: Sofyan Djalil
6. Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani
7. Menteri Perhubungan: Ignasius Jonan
8. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti
9. Menteri Pariwisatan: Arief Yahya
10. Menteri ESDM: Sudirman Said
11. Menteri Dalam Negeri: Tjahjo Koemolo
12. Menteri Luar Negeri: Retno Lestari
13. Wakil Menteri Luar Negeri: A.M Fachir
14. Menteri Pertahanan: Ryamizard Ryacudu
15. Menteri Hukum dan HAM: Yasonna H Laoly
16. Menteri Kominfo: Maruarar Sirait
17. Menteri PAN&RB: Yuddy Chrisnandy
18. Menteri Keuangan: Bambang Brojonegoro
19. Wakil Menteri Keuangan: Mardiasmo
20. Menteri BUMN: Rini Soemarno
21. Menteri Koperasi dan UKM: Aang Puspayoga
22. Menteri Perindustrian: Saleh Husin
23. Menteri Perdagangan: Rahmat Gobel
24. Menteri Pertanian: Amran Sulaiman
25. Menteri Tenaga Kerja: Hanif Dhakiri
26. Menteri PU dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono
27. Menteri LH dan Kehutanan: Siti Nurbaya
28. Menteri Agraria dan Tata Ruang: Ferry Mursyidan Baldan
29. Menteri Agama: Lukman Hakim Saifuddin
30. Menteri Kesehatan: Nila F Moeleok
31. Menteri Sosial: Khofifah Indar Parawansa
32. Menteri Pemberdayaan Perempuan: Yohanan Yambise
33. Menteri Pendidikan: Anies Baswedan
34. Menteri Ristek: M Nasir
35. Menpora: Imam Nahrawi
36. Menteri PDT dan Transmigrasi: Marwan Jafar
Berita Terkait
-
Mengapa Selat Malaka Bisa Jadi Senjata Indonesia Bebaskan Kapal Pertamina di Selat Hormuz?
-
Profil Rugaiya Usman: Cinta Sejak SMA, 'Pakaian' Wiranto yang Setia Hingga Hembusan Napas Terakhir
-
Perjalanan Cinta Rugaiya Usman dan Wiranto
-
Kabar Duka! Istri Wiranto, Rugaiya Usman Meninggal Dunia di Bandung
-
Repot? Mempertanyakan Sikap Pemerintah pada Tuntutan Rakyat 17+8
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
- Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah
Pilihan
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
-
Jumhur Hidayat Tiba di Istana Dikabarkan Jadi Menteri LH: Banyak Tugas, Harus Kerja Keras
Terkini
-
Alumni PMKRI Minta Laporan ke Jusuf Kalla Dicabut, Sebut Ceramah UGM Telah Diedit
-
Pernah Divonis Kasus Hoaks, Jumhur Hidayat Kini Jadi Menteri LH: Saya Bukan Terpidana!
-
Pegadaian Sukses Gelar Tring! Golden Run 2026
-
Prabowo Dipastikan Hadiri May Day 2026 di Monas, Bakal Orasi di Depan Ratusan Ribu Buruh
-
Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH, Andi Gani: Kehormatan Besar Bagi Gerakan Buruh Indonesia
-
Polresta Yogyakarta: Ketua Yayasan Little Aresha Instruksikan Pengasuh Ikat Anak Titipan
-
Terkuak! Anak Daycare Little Aresha Diikat Seharian, Dilepas Saat Mandi dan Difoto untuk Orang Tua
-
Harga Gabah Melonjak, Produsen Beras Terhimpit HET dan Bayang-Bayang Satgas Pangan
-
Misteri Dua ART Lompat dari Kos Benhil, Polisi Periksa 9 Saksi
-
KUHAP Baru Disorot: Dinilai Buka Celah Kriminalisasi hingga Perkuat Impunitas Aparat