Suara.com - Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana menilai, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Lesteri Priansari Marsudi akan menghadapi tantangan berat dalam mengemban tugasnya sebagai Menlu.
"Namun dengan pengalaman, kemampuan serta mereplikasi gaya kepemimpinan Presiden Jokowi, maka Retno dapat dipastikan akan berhasil. Intinya Retno tidak boleh bekerja dalam situasi business as usual," katanya menanggapi terpilihnya Retno LP Marsudi sebagai Menlu, Minggu (26/10/2014).
Ia mengatakan bila berhasil, maka Retno akan dikenang sebagai Menlu perempuan pertama. Ia pun akan masuk dalam kelompok pemimpin yang tegas. Pemimpin yang tegas saat ini dirindukan oleh rakyat Indonesia yang dapat membuat Indonesia berdaulat secara Politik. "Retno harus diberi kesempatan untuk bekerja," kata Hikmahanto.
Menurut dia tafsiran baru kebijakan LN ini perlu diubah, karena banyak publik Indonesia merasa dikecewakan dengan tafsiran Bebas Aktif masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Kepentingan nasional kerap dikalahkan oleh kepentingan internasional, atas nama solidaritas, pencitraan dan hubungan baik dengan negara sahabat.
"Dalam menyampaikan perubahan tafsiran kebijakan LN, untuk menunjukkan ketegasan dan mewujudkan visi maritim, maka penyampaian tersebut idealnya dilakukan di atas Kapal Perang KRI Usman Harun," katanya.
Kapal perang KRI Usman Harun merupakan kapal perang dari Inggris dan menggunakan dua nama pahlawan nasional yang dihukum gantung di Singapura.
Dikatakannya Retno pun harus menyesuaikan diri dari Menlu yang mengurusi masalah luar negeri dengan menggunakan taktik dan dialog menjadi seorang yang melihat suatu isu sebagai hitam putih dengan sejumlah argumentasi.
"Visi misi harus dijalankan dengan ketegasan dan menyampaikan argumentasi dalam perspektif Indonesia dan kelompok negara berkembang," jelas Hikmahanto.
Ia mengatakan Retno harus melepaskan diri dari spesialisasinya selama ini yaitu fokus pada negara-negara di Amerika dan Eropa. Satu hal yang tidak diinginkan adalah Retno akan lebih akomodatif pada kepentingan AS dan Eropa Barat.
Tak hanya itu, Retno pun harus mampu untuk mengubah mindset para pejabat di Perwakilan Indonesia di LN dari seorang birokrat tulen menjadi diplomat yang juga berfungsi sebagai agen pemasar (marketing agent). "Ini yang dikehendaki oleh Presiden Jokowi," katanya.
Di samping itu sebagai orang nomor satu di Kemlu, Retno harus dapat mereplikasi gaya kepemimpinan Presiden Jokowi. Gaya kepemimpinan yang mendengar rakyat, sederhana, bersih dan selalu berorientasi pada kerja serta membuat keputusan.
Penerapan gaya kepemimpinan ini yang akan berdampak pada masalah luar negeri di mata publik yang tidak perlu bereskalasi ke tingkat Presiden. Presiden pun terbantu dan dapat berkonsentrasi ke masalah-masalah dalam negeri. (Antara)
Berita Terkait
-
Jadi Tersangka Korupsi Gula, Ingat Lagi Alasan Tom Lembong Diberhentikan Jadi Mendag oleh Jokowi
-
Puan Pimpin Sidang Paripurna Terakhir DPR RI
-
CEK FAKTA: Prabowo Subianto Didepak dari Kabinet Kerja oleh Jokowi, Benarkah?
-
Kilas Balik Reshuffle Kabinet Selama Masa Pemerintahan Jokowi, Sudah 6 Kali Rombak Pasukan
-
Johnny G Plate Terancam Dicopot, Yasin Limpo dan Siti Nurbaya Berpotensi Digusur dari Kabinet Kerja Jokowi
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Kutip Doa Syekh Mesir, Ini Pesan Mendalam Quraish Shihab untuk Presiden Prabowo di Nuzulul Qur'an
-
Iran Tolak Tawaran Dialog Trump: Selama Ramadan Kami Tak Berbicara dengan Setan
-
Iran Ancam Bunuh Donald Trump: Kini Kamu Harus Hati-hati!
-
Guru SLB di Yogyakarta Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Siswi Disabilitas
-
PAN Copot Fikri Thobari dari Jabatan Partai Usai Terjaring OTT KPK
-
Iran Tetap Teguh di Jalur Wilayat al-Faqih Meski Digempur Serangan AS - Israel karena Ini
-
Cek Fakta: Benarkah Insinyur India Ditangkap di Bahrain karena Jadi Mata-mata Mossad?
-
Pejabat hingga Ulama Hadiri Peringatan Nuzulul Qur'an di Istana, Quraish Shihab Beri Tausiah!
-
Putra Menkeu Israel Nyaris Tewas! Serpihan Mortir Hizbullah Tembus Perut
-
Duet AS-Israel Tak Kunjung Sukses Atasi Serangan Balik Iran, 'Epic Fury' Diledek Jadi 'Epic Failure'