Suara.com - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti ingin langsung melakukan kontrak dengan enam negara tetangga untuk menekan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing) di luat Indonesia.
Enam negara tetangga Indonesia yaitu Thailand, Cina, Malaysia, Vietnam, Filipina hingga Australia. Dia mengaku akan segera membuat perjanian kerjasama (MoU) dengan enam negara tersebut.
Susi mengatakan, pemerintah Indonesia harus meniru Australia dan Eropa dalam mengelola sumber daya alamnya terutama dari segi kelautan.
"Mungkin kita mau mecontoh Australia dan juga Eropa bagaimana mereka mengelola wilayah laut yang berkelanjutan, termasuk industri produk jadinya," ucap Susi ketika konferensi pers di Gedung Mina Bahari I, kantor pusat KKP, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2014).
Dalam pertemuan yang dilaksanakan usai makan siang itu, Susi juga menceritakan kerugian negara kepada enam negara sahabat akibat illegal fishing yang sangat besar.
"Kami memahami isu bersama yaitu illegal fishing yang menjadi isu terbesar yang kami angkat bersama," kata Susi.
Susi menceritakan, apabila ada pencurian ikan di laut lepas Indonesia, ia tak akan kontak pengusaha, melainkan langsung telepon duta besar yang mencoba menyalahi aturan itu.
"Sekarang kalau ada apa-apa, saya tidak akan telepon pengusaha, tapi saya akan panggil dubesnya," kata Susi.
Berita Terkait
-
Benteng Terakhir Pesisir: Mengapa Zona < 1 Mil Harus Dilindungi Total
-
Susi Pudjiastuti Minta Wamenag Laporkan Gus Elham ke Polisi, Netizen Setuju
-
Biodata dan Pendidikan Susi Pudjiastuti yang Desak Kapolri Tangkap Gus Elham
-
Kasus Gus Elham: Berapa Ancamam Hukuman Penjara Pelecehan Seksual Anak?
-
Eks Menteri Ikut Geram Gus Elham Cium-cium Bocil: Tangkap dan Hukum, Pak Kapolri!
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Nyawa Donald Trump Terancam, Keamanan Gedung Putih Jebol Diteror Mobil Van
-
Dari Semua Penjuru Mata Angin, Rudal Iran dan Roket Hizbullah Hantam Wilayah Israel
-
Spanyol Tarik Permanen Dubes dari Israel, Ketegangan Diplomatik Makin Memanas
-
Garda Revolusi Iran: Hai Musuh-musuh Kami, Menyerah atau Hancur Lebur!
-
Detik-detik Rudal Iran Hantam Israel: 5 Jam Hening, Sirene Berbunyi, Duaarrr!
-
Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
-
Memahami Status Siaga 1 TNI: Ancaman Global, Kritik Pengamat, dan Apa Dampaknya bagi Publik?
-
Sekolah Rakyat Permanen di Sigi dan Lombok Tengah Diminta Gus Ipul Segera Dipercepat
-
Perkuat Pendidikan, Wamensos Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat Maybrat
-
Anies Ingatkan Indonesia Tak Boleh Bungkam di Tengah Ketidakadilan Global: Ada Kontrak dengan Dunia