Suara.com - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mengaku sangat kecewa dengan langkah penegakan hukum yang dibangun oleh institusi Polri. Oleh karena itu, mereka mengkritik tindakan penegakan hukum oleh Polri di mana terindikasi adanya pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Hal itu disampaikan berdasarkan adanya aduan dari masyarakat karena keluarganya menjadi korban kekerasan para polisi.
"Kami sangat kecewa dengan penegakan hukum yang dibangun oleh institusi Polri ini. Dalam penyelidikannya, mereka masih melanggar hak asasi seseorang. Ini terbukti dari adanya pengaduan yang kami terima tentang adanya aksi kekerasan dalam penyelidikan," ungkap Koordinator Kontras, Haris Azhar, di Kedai Tjikini, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2014).
Menurut Haris, setidaknya ada tiga kasus yang terkait dengan masalah tersebut. Kasus-kasus itu antara lain adalah pelanggaran terhadap kebebasan berekspresi yang dilakukan oleh Muhammad Arsyad (MA). Selain itu, ada pula penyiksaan terhadap tersangka kasus dugaan kekerasan seksual yang terjadi di Jakarta International School (JIS), serta kasus penyiksaan terhadap Susanto, seorang perwira Polri yang dipaksa mengakui perbuatannya membunuh atasan.
"Ada tiga kasus yang bisa mencerminkan adanya tindak kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian tersebut," jelas Haris.
Menurut Haris, penangkapan MA oleh Bareskrim Polri dinilai berlebihan dan diskriminatif. Haris mengatakan, kasus tersebut mendapat perhatian Polri hanya karena berurusan dengan penguasa. Padahal menurutnya, di sisi lain ada banyak kasus penghinaan yang melibatkan kelompok agama minoritas, tetapi tidak mendapat perhatian Polri.
Atas hal tersebut, Kontras pun mendesak Kapolri untuk mengawasi setiap anggota kepolisian, agar memperhatikan instrumen hukum dan HAM yang berlaku. Lebih jauh, Kontras juga mendesak Kapolri untuk berani menindak tegas setiap anggota polisi yang terbukti melakukan kekerasan terhadap tersangka. [Nikolaus Tolen]
Berita Terkait
-
Nuno Espirito Santo Ungkap Persaingan Degradasi Premier League Sengit
-
Kritik Rencana Sertifikasi Aktivis HAM, Legislator PKB: Perlindungan Tak Boleh Bergantung Negara
-
Viral Polisi Sita Mobil Sport Rp1 Miliar Gegara Pengemudi Mabuk di Jalan
-
Kecelakaan Maut Bekasi Timur: Mengapa Sistem Keamanan Kereta Gagal Mengadang Tragedi?
-
West Ham Tunjuk Karim Virani sebagai CEO Sementara
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Kejanggalan Sidang Andrie Yunus: Kelompok Sipil Endus Motif Lain di Balik Kasus Air Keras
-
BNI Kawal Generasi Emas Baru, Tim Uber Indonesia Melaju ke Semifinal
-
Prabowo Akan Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk
-
Ekonomi Aceh Tamiang Mulai Bangkit, Aktivitas Pasar Kembali Ramai
-
May Day di DPR Kondusif: Massa Gebrak dan Kasbi Bubar Jalan, Pasukan Oranye Sisir Sampah Sisa Aksi
-
Singgung Aparat Belum Paham KUHAP Baru! Habiburokhman Siap Jadi Penjamin Aktivis Buruh yang Ditahan
-
Tempati Huntara, Warga Lubuk Sidup Kembali Menata Harapan dan Kehidupan Pasca Bencana
-
Sisi Lain May Day 2026: Massa Gelar Pertandingan Bola Plastik di Depan Gedung DPR
-
Kuliah Umum di USU, Wamendagri Tekankan Pentingnya Ideologi & Strategi dalam Kepemimpinan Daerah
-
Kasbi Ungkap Ada Intimidasi dan Doxing Usai Sampaikan Seruan Aksi May Day