Suara.com - Keluarga murid korban kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan Jakarta International School, Dewi, mengaku menerima berbagai ancaman dari orang tidak dikenal.
"Saya diikuti mobil ada yang membawa senjata dan berbaju hitam," kata Dewi di Jakarta, Kamis (6/11/2014).
Dewi merupakan orang tua murid Taman Kanak-kanak JIS, AL (6). Dewi mengatakan telah melapor kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban guna mendapatkan pengamanan.
Ancaman, antara lain dilakukan melalui telepon dari orang tidak dikenal.
"Bahkan sudah ganti nomor pun masih tetap diteror," ujar pengacara Dewi, Johan Lee Chandra.
Johan mengungkapkan salah satu orang tua korban JIS lainnya terpaksa meninggalkan Indonesia dan kembali ke negara asalnya Jerman, karena tidak tahan menerima ancaman.
Apalagi, pengelola JIS menuntut Dewi sebesar Rp1,4 triliun ke Pengadilan Singapura terkait dugaan pencemaran nama baik.
Pihak JIS juga menuntut keluarga korban lainnya TH ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, namun majelis hakim menolak gugatan pengelola sekolah bertaraf internasional itu. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Tinggi Air Pintu Pasar Ikan Turun, Genangan Rob di Depan JIS Ikut Surut
-
Masalah Rumput JIS Tak Kunjung Usai, Erick Thohir: Itu Aset Pemda DKI
-
Rano Karno: JIS Siap Hidup Lagi, Pemprov DKI Benahi Akses dan Fasilitas Pendukung
-
Banjir Rob Rendam Jalan Depan JIS, Petugas Gabungan Lakukan Penanganan Ini
-
JIS Lagi Jelek Takut Viral, Alasan Persija Pilih Tampil di Solo Saat Laga Kandang
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam