News / Nasional
Selasa, 11 November 2014 | 13:42 WIB
Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham (kanan). [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Kordinator Pelaksana Koalisi Merah Putih (KMP) Idrus Marham mengatakan, nota kesepakatan damai antara KMP dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) terkendala masalah teknis. Meski demikian, tidak menghambat jalannya perdamaian.

"Secara prinsip sudah selesai, hanya permasalahan teknis penandatanganan itu belum dilakukan. Misalkan orangnya masih ke mana lagi. Jadi prinsipnya sudah selesai," kata Idrus di DPR, Jakarta, Selasa (11/11/2014).

Dia menambahkan, dengan demikian kesepakatan damai ini bisa menyelesaikan kebuntuan atas kisruh KMP dan KIH di parlemen. Dia berharap, Kamis 13 November seluruh fraksi sudah bisa mengesahkan nama-nama untuk ditempatkan pada alat kelengkapan dewan.

"Yang pasti penyerahan nama-nama fraksi akan dilakukan sebelum sidang paripura hari Kamis dan kita proyeksikan hari Kamis di dalam sidang paripurna sudah ditetapkan secara keseluruhan dari nama-nama anggota fraksi di DPR ini untuk melengkapi keanggotaan yang ada dikeseluruhan alat kelengkapan dewan, 11 komisi 4 badan dan 1 majelis," tuturnya.

Hari ini, Idrus kembali ke DPR menemui pimpinan DPR. Kata dia, hal ini ditujukan untuk finalisasi kedamaian KIH-KMP.

"Jadi ini finalisasi saja, dan caranya merevisi pasal yang terkait dengan komposisi kepemimpinan alat kelengkapan dewan dan menambah satu wakil untuk kemudian diintegerasikan," paparnya.

Load More