Suara.com - Kordinator Pelaksana Koalisi Merah Putih (KMP) Idrus Marham mengatakan, nota kesepakatan damai antara KMP dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) terkendala masalah teknis. Meski demikian, tidak menghambat jalannya perdamaian.
"Secara prinsip sudah selesai, hanya permasalahan teknis penandatanganan itu belum dilakukan. Misalkan orangnya masih ke mana lagi. Jadi prinsipnya sudah selesai," kata Idrus di DPR, Jakarta, Selasa (11/11/2014).
Dia menambahkan, dengan demikian kesepakatan damai ini bisa menyelesaikan kebuntuan atas kisruh KMP dan KIH di parlemen. Dia berharap, Kamis 13 November seluruh fraksi sudah bisa mengesahkan nama-nama untuk ditempatkan pada alat kelengkapan dewan.
"Yang pasti penyerahan nama-nama fraksi akan dilakukan sebelum sidang paripura hari Kamis dan kita proyeksikan hari Kamis di dalam sidang paripurna sudah ditetapkan secara keseluruhan dari nama-nama anggota fraksi di DPR ini untuk melengkapi keanggotaan yang ada dikeseluruhan alat kelengkapan dewan, 11 komisi 4 badan dan 1 majelis," tuturnya.
Hari ini, Idrus kembali ke DPR menemui pimpinan DPR. Kata dia, hal ini ditujukan untuk finalisasi kedamaian KIH-KMP.
"Jadi ini finalisasi saja, dan caranya merevisi pasal yang terkait dengan komposisi kepemimpinan alat kelengkapan dewan dan menambah satu wakil untuk kemudian diintegerasikan," paparnya.
Berita Terkait
-
Idrus Marham Kecam Pernyataan Saiful Mujani: Kritik Pemerintah Harus Objektif, Bukan Provokatif!
-
Idrus Marham: Kebijakan Prabowo Sudah Baik, Tapi Harus Dijelaskan kepada Rakat
-
Prabowo Kantongi Data Intelijen Soal Pengamat, Idrus Marham: Kritik Harus Rasional dan Obyektif
-
Waketum Golkar: Indonesia Harus Tegas Kutuk Serangan AS-Israel, Tapi Jangan Keluar dari BoP
-
Golkar Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Sebut Sebagai Tragedi Kemanusiaan di Bulan Ramadan
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
'Hanya Saya yang Berani Ngomong!' Cak Imin Sebut PBNU Periode Ini Paling Gagal dan Mundur
-
Buron Sejak 2025, Bos Kresna Life Michael Steven Akhirnya Diringkus di Maroko
-
Arahan Zulhas: Sekolah Elit Tak Perlu MBG, Fokus ke yang Benar-Benar Butuh
-
Akademisi UI Soroti Penangkapan Dokter Tifa, Sebut Ada Sinyal Intimidasi ke Rektor
-
Megawati, Sinta Wahid, hingga Romo Magnis Berkumpul di Menteng, Ada Apa?
-
Viral Ajudan Danrem Lari Tanpa BIB di Jogja Marathon, Korem 072 Sebut Nomor Diduga Terlepas
-
Biar Tak Bolak-balik, Banggar DPR Langsung Getok Persetujuan Pagu Anggaran 7 Kemenko untuk 2027
-
Respon Cepat Aduan, Kemnaker Pastikan Aturan Outsourcing 2026 Bakal Direvisi
-
Akademisi UI Kritik Kehadiran Aparat di Kampus Saat Ujian Doktoral Dokter Tifa
-
Gubernur Jateng Garansi Izin Kapal Nelayan Kecil Gratis: Ketemu Pungutan, Laporkan!