Suara.com - Kapolri Jendral Sutarman memberlakukan kembali seragam loreng untuk Korps Brigade Mobil (Brimob). Pasalnya, menurut Kapolri baju loreng sudah sekian lama tidak dipakai untuk tugas operasional.
"Contohnya anggota patroli Hutan Poso di Sulawesi, untuk mengejar beberapa pelaku terorisme yang masuk dihutan diperlukan peralatan yang cukup, di samping itu dilakukan penyamaran, salah satunya baju ini," kata Sutarman di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.
Sutarman menambahkan, baju loreng ini diharapkan bisa menekan anggota yang menjadi korban saat bertugas. Seperti separatis di daerah Papua beberapa saat yang lalu.
"Banyak anggota yang menjadi korban salah satu alasan kita menggunakan kembali baju ini," imbuhnya.
Kapolri menuturkan, dalam pemanfaatannya, baju doreng ini dilnilai efektif untuk mendorong tugas dalam situasi tertentu.
"Khusunya dalam menghadapi gangguan Kamtibmas berkadar tinggi yang secara spesifik dapat terjadi di wilayah hutan, pegunungan, serta medan-medan khusus, ini adalah kekhasan saat kita masuk ke medan-medan yang membutuhkan pakaian itu," tuturnya.
Kapolri berharap, dengan dipergunakan kembali pakaian loreng ini, mendorong dan memberikan motivasi serta komitmen untuk terus mengembangkan kemampuan profesionalisme Brimob saat dihadapkan dengan masalah tantangan tugas.
"Jaga selalu kehormatan baju anda, simbol kebanggan Brimob Polri serta jangan sekali pun menyalahgunakan untuk melakukan perbuatan yang dapat menurunkan harkat martabat Brimob Polri," tandasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri
-
Gaji ke-13 ASN, TNI, Polri, dan Pensiunan Dipotong? Ini Kata Purbaya
-
Usut Jaringan Internasional! 321 WNA Operator Judol Jakbar Dipindahkan ke Imigrasi
-
Polri Lakukan Mutasi Besar-besaran, 108 Pati dan Pamen Alami Rotasi Jabatan
-
Eks Kasat Narkoba Polres Bima Digelandang ke Bareskrim, Terseret TPPU Koko Erwin
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Ngeri! Calon Saksi di PN Jakarta Barat Dikejar dan Dianiaya, Videonya Viral di Medsos!
-
Jadi Mobil Prabowo Selama KTT di Filipina, Maung Garuda Ternyata Diterbangkan Pakai Airbus TNI AU
-
Nyempil di Antara 320 WNA, Satu WNI 'Alumni' Kamboja Jadi CS Judi Online Markas Hayam Wuruk!
-
Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!
-
Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub
-
Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik
-
Tolak Ratusan Miliar dari Jenderal demi Setia ke Prabowo, Hercules: GRIB Itu Petarung!
-
Hercules Ngaku Ditawari Jenderal Ratusan Miliar agar Tak Dukung Prabowo di Pilpres 2024
-
Nobar Persija vs Persib: 13 Titik di Jakpus Dijaga TNI-Polri
-
Terungkap! Ini Alasan Ahmad Dedi Lari Hindari Wartawan Usai Diperiksa KPK Kasus Korupsi Bea Cukai