Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi membantah lamban dalam menangani kasus korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat publik. Juru bicara KPK, Johan Budi mengatakan, semua kasus korupsi yang ditangani KPK semuanya masih berjalan atau on going process.
Namun, kendala terbesar yang dihadapi KPK adalah minimnya jumlah penyidik. Kata dia, saat ini KPK hanya mempunyai 60 penyidik sedangkan jumlah kasus yang ditangani semakin banyak.
“Kami memang sebenarnya ingin bisa menambah penyidik tiap tahun. Tetapi, terkendala dengan dana yang diberikan oleh pemerintah kepada KPK. Pada tahun 2011, kami menargetkan bisa mempunyai 300 penyidik tapi tidak terlaksana. Minimnya jumlah penyidik ini membuat kasus korupsi yang ditangani KPK terkesan lamban,” kata Johan kepada suara.com melalui sambungan telepon, Senin (17/11/2014).
Johan menambahkan, 1 kasus yang ditangani KPK seharusnya dipegang oleh lima penyidik. Yang terjadi saat ini, kata dia, 1 penyidik memegang 5-6 kasus.
Johan menambahkan, dalam rapat kerja yang digelar beberapa waktu lalu sudah dibahas tentang kasus-kasus korupsi yang ditangani KPK. Berdasarkan hasil rapat tersebut, KPK akan menetapkan skala prioritas dalam menuntaskan sejumlah kasus.
“Yang menjadi skala prioritas tentunya kasus-kasus yang sudah lama ditangani KPK dan belum dibawa ke pengadilan. Kami menargetkan pada 2015 kasus itu sudah bisa tuntas,” ujarnya.
Johan juga mengatakan, dalam menangani kasus korupsi KPK tidak terbru-buru. Apabila ada bukti baru meski sudah ada tersangka, maka penyidik akan menelusuri lagi bukti-bukti baru tersebut.
Sejumlah kasus korupsi yang ditangani KPK dan belum dibawa ke pengadilan adalah kasus korupsi penyelenggaraan haji dengan tersangka mantan Menteri Agama, Suryadharma Ali dan kasus korupsi di Kementerian ESDM dengan tersangka mantan Menteri ESDM Jero Wacik.
Berita Terkait
-
KPK soal Kepala Daerah Dipilih DPRD: Tekan Biaya Politik, Cegah Korupsi
-
KPK Ungkap Laporan Gratifikasi 2025 Capai Rp16,40 Miliar
-
Perkara Suap Dilimpahkan ke Jaksa, Eks Sekretaris MA Hasbi Hasan Segera Disidang
-
Periksa 15 Saksi, KPK Duga Eks Kajari HSU Potong Anggaran Internal dan Cairkan Tanpa SPPD
-
Gelar Tes Urine di Rutan, KPK Pastikan 73 Tahanan Bersih dari Narkoba
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
Terkini
-
Ciptakan Ruang Aman Pascabencana, 'Zona Anak' Hadir di Aceh Tamiang
-
Tinggi Air Pintu Pasar Ikan Turun, Genangan Rob di Depan JIS Ikut Surut
-
Luka Lama di Tahun Baru: Saat Pesta Rakyat Jakarta Berubah Jadi Arena Tawuran
-
KUHP dan KUHAP Baru Resmi Berlaku Hari Ini, DPR: Selamat Menikmati!
-
Ikrar Nusa Bakti Desak Prabowo Segera Reshuffle Kabinet
-
Roy Suryo Siapkan Gibran Black Paper, Soroti Riwayat Pendidikan hingga Legalitas Ijazah Wapres
-
KPK soal Kepala Daerah Dipilih DPRD: Tekan Biaya Politik, Cegah Korupsi
-
Tabrak Lari di Tambora Tewaskan Dua Orang, Mobil Pelaku Ringsek Ditabrak Kereta
-
Pesepeda Luka Kepala Ditabrak Mobil Listrik di Jalan Sudirman
-
Puncak Musim Hujan, BMKG Minta Warga DIY Waspadai Banjir dan Longsor