Suara.com - Komandan Kodim 0911/Nunukan, Kalimantan Utara, Letkol Inf Putra Widiastawa mengungkapkan, terdapat lima wilayah perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia di Kabupaten Nunukan yang masih disengketakan kedua negara.
Kelima wilayah yang dimaksudkan adalah satu wilayah perbatasan antara Negeri Sabah di Pulau Sebatik dan empat wilayah perbatasan antara Indonesia-Malaysia di Kecamatan Lumbis Ogong.
Dia mengatakan, tapal batas Malaysia pada kelima wilayah tersebut dianggap telah memasuki wilayah Indonesia, sehingga perlu penyelesaian antara kedua negara agar tidak saling merugikan.
"Jadi kelima wilayah yang diklaim Malaysia semuanya berada di Kabupaten Nunukan," kata Putra di Nunukan, Senin (17/11/2014).
Sebenarnya, peristiwa klaim Malaysia terhadap kelima wilayah Indoensia itu telah berlangsung lama, namun belum ditemukan kesepakatan bersama.
Karena itu, pada pertemuan antara petinggi TNI AD dengan Tentara Darat Diraja Malaysia (TDRM) Negeri Sabah akan membicarakannya pada Unit Commander Meeting (UCM) yang akan berlangsung di Tawau Negeri Sabah, Malaysia pada 20-23 November 2014.
Putra Widiastawa menyebutkan, kelima wilayah yang diklaim Malaysia tersebut satu diantaranya berada di Pulau Sebatik tepatnya pada patok nomor 2 hingga nomor 17 dengan luas wilayah sekitar 84 hektar masih diklaim Malaysia.
"Mulai patok nomor 2 sampai patok nomor 17 itu masuk wilayah Indonesia karena posisinya tidak sesuai lagi dengan kedudukannya semula," jelas Putra Widiastawa.
Padahal, sesuai ketentuan pada peta wilayah kedua negara tersebut dari perjanjian antara Belanda dengan Inggris pada masa penjajahan dahulu kala secara garis lurus masuk wilayah Indonesia yang berada pada empat derajat 10 menit.
Kemudian empat wilayah di Kecamatan Lumbis Ogong yang diklaim Malaysia yaitu di Sungai Sinapad, Sungai Sumantipal, patok perbatasan nomor C500 sampai C600 dan patok nomor D2828 sampai D2827.
"Sesuai peta, keempat wilayah ini masuk wilayah Kecamatan Lumbis Ogong Kabupaten Nunukan (Indonesia)," kata Komandan Kodim 0911/Nunukan ini. (Antara)
Berita Terkait
-
Donald Trump Restui Arab Saudi Kembangkan Nuklir
-
Dorong Ekonomi Kerakyatan, Danantara Sambangi Nasabah Binaan PNM di Mojokerto
-
Tabel Lengkap Urutan Shio dari Tahun ke Tahun
-
DPR soal Rumor Pengganti Nanik S Deyang: Hak Prerogatif Presiden, Asalkan Jangan Memicu Konflik
-
Muara Baru Paling Dalam, Muka Tanah Jakarta Terus Turun 3-4 Sentimeter Per Tahun
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Berapa Harga Jam Tangan Alexandre Christie Wanita Paling Murah? Cek 5 Rekomendasinya
-
Ditunjuk Prabowo Jadi Jampidsus, Kuntadi Langsung Ditarget Bereskan Kasus Febrie
-
Kabar Baik untuk Emiten Batu Bara, PNBP Minerba Sudah Tembus 60% dari Target
-
Kredit Nganggur Masih Numpuk di Bank
-
Dua Perusahaan Tekstil di Jateng Berpotensi PHK Hampir 1.500 Buruh
-
Ancam Buka Paksa Keraton Solo, Kubu PB XIV Purboyo Meradang: Kenapa Harus Pakai Kekerasan?
-
Buku Kisah-Kisah Nyesek saat KKN: Dari Lele Kuning hingga Begal Kampung
-
Tinggalkan Kerja di Luar Negeri, Eks PMI Justru Cuan dari Makanan Sehat
-
Honda NS150LA Menantang Dominasi Skutik Retro Andalkan Rangka Tubular dan Fitur Kamera Bawaan
-
Perempuan Berkebutuhan Khusus Tewas Terpanggang saat Rumahnya Terbakar