News / Nasional
Selasa, 02 Desember 2014 | 02:29 WIB
Aburizal Bakrie membuka Munas IX di Nusa Dua, Bali (suara.com/Bagus Santosa)

Suara.com - Aburizal Bakrie tidak melihat ada yang salah dalam kasus beredarnya rekaman yang diduga suara steering commitee Munas IX Partai Golkar Nurdin Halid yang sedang membuat skenario memenangkan Aburizal menjadi ketua umum Golkar periode mendatang.

"Apa itu salah? Apakah itu salah? Apakah itu salah?" kata Aburizal di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Selasa (2/12/2014) dini hari.

Menurut Aburizal calon ketua umum lainnya juga membuat skenario pemenangan.

"Seperti juga caketum lain yang memberikan pengarah kepada DPD I dan II, boleh saja," katanya.

Aburizal mengatakan dia tidak mencalonkan diri sendiri menjadi ketua lagi, tetapi ditunjuk oleh DPD tingkat I dan II.

"Tapi tentunya kita lihat mengacu ke depan, semua pihak dalam pandangan umumnya, DPD I dan II, ingin membawa Golkar maju ke depan. Mana mungkin DPD I dan II diarahkan seperti itu. Mana mungkin kalau ada ancaman bisa maju bersama. Pasti karena ada keyakinan. Meski ada gangguan besar, tapi karena keyakinan mereka pasti bisa," katanya.

Dalam rekaman itu, terungkap upaya kubu Aburizal melobi Panglima TNI Jenderal Moeldoko untuk mengamankan acara munas. Disebutkan, lobi tersebut dilakukan di sebuah acara pesta pernikahan. Tapi, Aburizal membantah.

"Saya nggak pernah melakukan lobi di pernikahan, itu sangat tidak pantas. Itu tentu para wartawan tahu juga," kata dia.

Aburizal berterima kasih kepada aparat keamanan, baik TNI dan Polri, yang sejauh ini membantu mengamankan acara munas di Nusa Dua.

Tag

Load More