Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerjasama dengan Australian Agency for International Development untuk membenahi angkutan umum di Ibu Kota Jakarta pada tahun 2015. AusAID adalah lembaga Pemerintah Australia yang bertanggung jawab untuk mengelola program bantuan luar negeri.
"AusAID memang membantu Pemda DKI untuk proses revitalisasi angkutan umum. Tadi mereka laporan saja bahwa akan mengubah pola yang semula sistem setoran menjadi sistem penggajian dan polanya bagaimana step by step," kata Kepala Bidang Angkutan Darat Dishub DKI Emanuel Kristanto usai rapat dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2014).
Emanuel mengatakan bantuan AusAID berupa konsultasi dengan tujuan agar sistem transpotasi dapat berjalan dengan baik.
Emanual menambahkan mulai Januari 2015, sistem transpotasi publik yang di Jakarta akan berada di bawah manajemen PT Transportasi Jakarta.
Dengan demikian, semua pengusaha angkutan umum akan didorong untuk masuk ke dalam badan usaha tersebut.
"Jadi nanti (sopir) digaji oleh pemda, tapi melalui PT Transportasi Jakarta, lewat subsidi tadi. Nah ini yang sedang kita hitung-hitung kira-kira pilot project-nya di mana dan gajinya berapa. Operatornya kontrak sama PT Transjakarta, dibayar rupiah/km, nanti dari operator menggaji sopir, jadi sopir gak perlu kejar setoran lagi," ujar dia.
Emanuel berharap proses menuju sistem baru ini bisa berjalan lancar atau tidak ditolak pengusaha angkutan umum. Ia mengatakan untuk menuju program ini akan membutuhkan waktu sekitar satu sampai dua tahun ke depan.
"Kalau dari rekan-rekan (dishub) perlu 10 tahun tapi pak gubernur minta dipercepat jadi dalam 1-2 tahun ini harus ada action-nya," tambah Emanuel.
Pemerintah Jakarta akan memulai program tersebut dengan sosialisasi ke para pengusaha angkutan umum.
"Kita udah sosialisasi ke operator-operator, kalau ini tahap kajian udah 70 persen kita lempar lagi ke operator bahwa kita punya program seperti ini, masukan-masukan dari operator seperti apa. prinsip dari awal adalah melibatkan operator, tidak bikin aturan terus ujug-ujug terapkan," kata dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
-
Aktivis Kecam Klaim DPR, Sebut Visum Gratis Bagi Korban Kekerasan Seksual Adalah Mandat UU
-
TB Hasanuddin Sentil Menhan dan Menlu Jarang Rapat di Komisi I: Kami Merasa Tertutup untuk Diskusi!
-
Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat
-
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer
-
Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal
-
Warga Lebanon Pulang di Tengah Gencatan Senjata Rapuh, Serangan Israel Masih Terjadi
-
Geram! JK Ungkit Jasa Bawa Jokowi dari Solo ke Jakarta: Kasih Tahu Semua Sama Termul-termul Itu
-
Minta Jokowi Perlihatkan Ijazah, JK: Saya Tidak Melawan, Saya Senior yang Menasihati
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!