Suara.com - Partai Demokrat berencana menggelar pemilihan ketua umum baru periode 2015-2020 lewat kongres. Namun, hal itu masih perlu pembahasan di DPP untuk penyelenggaraan kongres dijadwalkan pada Mei 2015.
"Begini, sesungguhnya terlalu dini bicara kongres. Belum ada pembahasan di DPP soal itu. Jadi kalau sekarang mau dibahas, terlalu spekulatif lah," kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan dihubungi wartawan, Jakarta, Jumat (12/12/2014).
Kendati demikian, kapan pun Kongres digelar, menurut Ramadhan, nama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) masih tertinggi di internal partai.
"Kalau Pak SBY memang berkenan, kapan pun kongres, tak jadi soal. Sampai kapan pun tidak akan ada yang mengalahkan nama besar Pak SBY di Partai Demokrat. Kompetensi beliau terlalu tinggi untuk dikontes siapa pun di Partai Demokrat. Popularitas dan ketokohan beliau tinggi," ujarnya.
Karenanya, bukan tidak mungkin SBY menjadi Ketua Umum Partai Demokrat di periode selanjutnya.
"Tak ada DPD dan cabang yang menolak SBY. Di mata daerah, Pak SBY itu sempurna," tegasnya.
Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan dikonfirmasi terpisah mengatakan, memang secara jadwal kongres akan digelar pada bulan Mei. Dia pun tidak bisa memastikan apakah kongres ini akan dipercepat atau tidak.
"Belum, belum ada pembahasan. Baru wacana-wacana saja. Kan jadwalnya memang bulan Mei 2015. Mudah-mudahan bukan Mei 2015," tegasnya.
Syarief menerangkan, untuk saat ini sosok yang tepat untuk memimpin Demokrat adalah SBY. Sebab, selain tokoh pemersatu, dia yakin Demokrat yang dipimpin SBY akan menjadi pemenang di Pemilu selanjutnya. Bahkan, Syarief menegaskan, bukan tidak mungkin SBY akan diaklamasi menjadi ketua umum lagi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Laporan Warga Gambir Bongkar Jaringan Sabu 3 Kota, Polisi Tangkap 3 Tersangka!
-
Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat
-
Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri
-
Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis
-
Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit