Suara.com - Pesawat terbang Garuda dengan rute Palu-Makassar-Jakarta bernomor penerbangan GA609, batal terbang dari Bandara Mutiara SIS Aljufri Palu, Jumat (12/12/2014) sore, lantaran engsel pintu depan patah. Pesawat berpenumpang 115 orang itu seharusnya terbang pada pukul 15.40 WITA ke Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten.
Hasan, penumpang yang ditemui di Bandara Mutiara SIS Aljufri Palu mengungkapkan bahwa seluruh penumpang terkejut dengan kejadian ini.
"Saat itu, penumpang sudah masuk dan dan duduk di kursi pesawat sekitar 15 menit. Ketika pintu depan pesawat hendak ditutup, pramugari mengabarkan kepada pilot ada kerusakan di bagian engsel pintu," ujarnya.
Beberapa saat kemudian, petugas di dalam pesawat mengumumkan kepada penumpang bahwa penerbangan dibatalkan karena harus menjalani perbaikan.
Sementara itu, Riza Hermawan penumpang pesawat asal Jakarta mengaku agak kecewa dengan adanya keterlambatan tersebut.
Meski begitu dia tetap bersyukur karena kerusakan diketahui sebelum pesawat lepas landas.
"Kalau sudah di udara bisa bahaya," katanya.
Atas keterlambatan itu, dia mengatakan pihak Garuda memberikan uang kompensasi sebesar Rp300.000 untuk setiap penumpang karena keterlambatan penerbangan terjadi sekitar empat jam.
Pihak Garuda sendiri akan melanjutkan penerbangan dan mengangkut penumpang yang terlambat pada pukul 23.00 WITA dengan rute sama. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Guru PPPK Senior Terancam Kalah dari Fresh Graduate? Muncul Usul Masa Kerja Jadi Penentu Seleksi PNS
-
Kemenhut Bongkar Pembalakan Liar dan Tetapkan Enam Tersangka di Riau
-
Kritik Simbolik HUT RI: Kemerdekaan Itu Milik Warga, Bukan Milik Presiden dan Kroni-kroninya
-
5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka Anti Aging untuk Wanita Usia 40 Tahun, Bikin Kulit Lembut
-
Diduga Kelelahan, Relawan Korban Gempa NTT Meninggal Dunia, Ini Kronologinya
-
Makin Menarik, Kenshi Yonezu hingga Toko Miura Gabung Live-Action Look Back
-
7 Cara Melakukan Double Cleansing yang Benar untuk Kulit Sehat Bercahaya
-
Fenomena 'Lebih Galak yang Ngutang': Saat Niat Baik Berujung Sakit Hati
-
Bawa Bantuan Miliaran Rupiah ke Korban Gempa NTT, Dedi Mulyadi: Ditengok Saja Sudah Bahagia
-
Jejak Trauma Daycare Little Aresha: Membongkar Kekerasan yang Sistematis