Suara.com - Satu hari pascatragedi penyerangan ke sebuah sekolah di Peshawar, Pakistan, hari Selasa (16/12/2014), warga Pakistan berduka. Sedikitnya 132 siswa terbunuh dalam serangan yang dilancarkan sekelompok anggota Taliban bersenjata.
Warga Pakistan di Peshawar dan sekitarnya beramai-ramai menyalakan lilin dan menggelar doa bersama menjelang pemakaman anak-anak tak berdosa yang tewas dalam serangan tersebut. Warga memang telah terbiasa dengan serangan yang dilancarkan Taliban hampir setiap harinya, namun serangan yang menelan korban anak-anak ini benar-benar membuat masyarakat syok.
Di Peshawar, lokasi Sekolah Umum Angkatan Darat yang dikelola oleh militer terlihat sunyi. Di bagian atap gedung sekolah terlihat sejumlah penembak jitu yang tengah berjaga-jaga. Sementara itu, di depan gerbang sekolah tampak sejumlah kendaraan militer dan tentara bersenjata lengkap.
Pemerintahan Perdana Menteri Nawaz Sharif telah mengumumkan masa berkabung tiga hari. Namun, masyarakat syok dan lebih memikirkan bagaimana pemerintah bisa melindungi warganya dari serangan semacam itu.
Saat naik kursi perdana menteri tahun lalu, Sharif berjanji melakukan negosiasi damai dengan Taliban Pakistan. Namun, upaya tersebut gagal, dan melemahkan posisinya. Rencana berdamai degan Taliban batal, dan sebaliknya militer melakukan serangan gencar ke kantung-kantung pertahanan Taliban di perbatasan Afghanistan. (Reuters)
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle
-
Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri
-
Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
-
Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus
-
Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital
-
Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai
-
Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek