Suara.com - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo siap bekerja ekstra keras dalam mengawasi praktik transaksi money politic dalam rekrutmen mahasiswa di Institut Pegawai Dalam Negeri(IPDN). Hal itu dilakukannya agar pegawai-pegaeai yang dihasilkannya nanti dapat benar-benar berkualitas dan bersih. Untuk mewujudkan rencana tersebut, upaya yang dilakakukannya adalah dengan menjadikan KPK sebagai pemonitor.
"KPK ikut memonitor, jangan sampai ada penyimpangan, kuota tak benar, jangan sampai ada proses money politic. Sehingga kita ingin IPDN ke depan, mampu melahirkan sosok pamong praja pegawai yang punya dedikasi, karakter sebagaiaman yang diharapkan oleh KPK," kata mantan Sekjen PDIP ini di Gedung KPK Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat(19/12/2014).
Selain itu, dia juga berupaya ke depannya agar terus transparan dalam proses rekrutmen dan pembinaan pegawai, di mana IPDN adalah satu-satunya lembaga pencetak camat dan pegawai daerah secara khusus. Atas kesediaan KPK dalam kerjasama tersebut dia pun berharap bisa mendapatkan hasil yang maksimal.
"Intinya kami berterima kasih kepada KPK, bahwa kami ingin membuka diri secara transparan mulai proses rekrutmen seorang calon pegawai negeri, khususnya IPDN," tambahnya.
Harapan senada juga disampaikan oleh Wakil Ketua KPK bidang pencegahan, Adnan Pandu Praja. Dia berharap agar tujuan baik Kementerian Dalam Negeri tersebut kelak dapat dijadikan sebagai wahana pembentukan karakter dan mental pegawai. Dengan begitu harapan akan lahirnya pegawai yang bersih akan terwujud.
"Diharapkan nantinya proses rekrutmen di IPDN akan jauh lebih baik dari sebelumnya. Bahkan saya juga bernai mengatakan akan dijadikan wahana mengembangkan karakter mental pegawai," harap Adnan.
Berita Terkait
-
KPK Ungkap Laporan Gratifikasi 2025 Capai Rp16,40 Miliar
-
Perkara Suap Dilimpahkan ke Jaksa, Eks Sekretaris MA Hasbi Hasan Segera Disidang
-
Periksa 15 Saksi, KPK Duga Eks Kajari HSU Potong Anggaran Internal dan Cairkan Tanpa SPPD
-
Gelar Tes Urine di Rutan, KPK Pastikan 73 Tahanan Bersih dari Narkoba
-
KPK Ungkap Alasan Hentikan Penyidikan Kasus Tambang Nikel Konawe Utara
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
Kutukan Pelatih Italia di Chelsea: Enzo Maresca Jadi Korban Ketujuh
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
Terkini
-
Pendidikan Tak Boleh Terputus Bencana, Rektor IPB Pastikan Mahasiswa Korban Banjir Bisa Bebas UKT
-
42 Ribu Rumah Hilang, Bupati Aceh Tamiang Minta BLT hingga Bantuan Pangan ke Presiden Prabowo
-
Tanggul Belum Diperbaiki, Kampung Raja Aceh Tamiang Kembali Terendam Banjir
-
Prabowo Setujui Satgas Kuala! Anggarkan Rp60 Triliun untuk Keruk Sungai dari Laut
-
Tawuran Awali Tahun Baru di Jakarta, Pengamat Sebut Solusi Pemprov DKI Hanya Sentuh Permukaan
-
Tiket Museum Nasional Naik Drastis, Pengamat: Edukasi Jangan Dijadikan Bisnis!
-
Timbunan Sampah Malam Tahun Baru Jogja Capai 30 Ton, Didominasi Alas Plastik dan Gelas Minuman
-
Nasib Pedagang BKT: Tolak Setoran Preman, Babak Belur Dihajar 'Eksekutor'
-
Ragunan 'Meledak' di Tahun Baru, Pengunjung Tembus 113 Ribu Orang Sehari
-
KUHP Baru Berlaku Besok, YLBHI Minta Perppu Diterbitkan Sampai Aturan Turunan Lengkap