Suara.com - Pemerintah Pakistan berencana untuk menghukum mati 500 terpidana kasus teror dalam beberapa minggu ke depan. Eksekusi ini dilakukan setelah pemerintah mencabut moratorium hukuman mati pascaserangan yang dilakukan Taliban ke sebuah sekolah di Peshawar, pekan lalu.
Enam anggota kelompok militant sudah dihukum gantung pada Jumat lalu. Warga Pakistan masih murka dengan aksi pembunuhan yang dilakukan Taliban kepada 135 anak-aank di Army Public School. Setelah insiden berdarah itu, Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif mencabut moratorium hukuman mati.
“Meneri Dalam Negeri telah melakukan finalisasi terhadap 500 kasus terpidana kasus teror yang bandingnya sudah ditolak dan grasinya juga tidak dikabulkan oleh Presiden. Eksekusi terhadap 500 teroris itu akan dilakukan dalam waktu beberapa minggu ke depan,” kata salah satu pejabat senior di Pakistan yang menolak disebutkan namanya.
Dari enam terpidana kasus teror yang sudah dihukum gantung, lima diantaranya terlibat dalam upaya pembunuhan terhadap Pervez Musharaf pada 2003. Sedangkan satu terpidana lianya terkait penyerang ke kantor tentara pada 2009.
Menjelang pelaksanaan hukuman mati tersebut, polisi, tentara dan juga paramiliter disiagakan di seluruh wilayah di Pakistan. Tentara juga meningkatkan operasi militer terhadap kelompok Taliban. Pakistan mendskripsikan serangan yang dilakukan Taliban ke sekolah Army Public School sebagai insiden 11 September 2001 versi mini. Keputusan Pakistan untuk kembali menerapkan hukuman mati diprotes kelompok hak asasi manusia dan juga PBB. (IBTimes/AFP/CNA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL