News / Nasional
Kamis, 01 Januari 2015 | 12:25 WIB
Tim Basarnas melakukan persiapan penyelaman untuk mengevakuasi serpihan AirAsia dari kapal Basarnas, Rabu (31/12). [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Tim penyelam dari Badan SAR Nasional (Basarnas) kini telah menyiapkan alat untuk melakukan penyelaman dalam rangka mencari korban dan serpihan-serpihan pesawat AirAsia QZ 8501 yang hilang sejak Minggu (28/12/2014) lalu.

Basarnas Special Group (BSG) memperlihatkan alat canggihnya yang digunakan untuk melakukan evakuasi penyelaman.

Alat tersebut di antaranya, Remote Operating Vehicle (ROV) atau alat deteksi bawah laut, dan alat komunikasi bawah laut. Kedua alat tersebut yang nantinya akan membantu mendeteksi atau mencari apa yang ada di kedalaman laut.

"Apabila sonar menemukan benda mencurigakan, ROV akan memastikan benda yang dicurigai sonar," ucap Pilot ROV, Muhammad Muslih, di atas Kapal KN SAR 101 Purworejo, Kamis (1/1/2014)

Muslih juga mengungkapkan, alat tersebut nantinya akan turun ke dalam air dengan  jangkauan sonar hingga radius 60 meter dan dapat menditeksi logam maupun tubuh manusia.

"Kameranya pakai video, bisa merekam," tambah dia.

Salah satu anggota BSG Priyo Prayudha Utama menerangkan, alat tersebut memungkinkan komunikasi antar penyelam dan tim yang berada di atas kapal. Dia menilai alat cangging itu hanya dimiliki oleh Basarnas Special Group (BSG). 

"Alat ROV Basarnas daerah ada yang punya, tapi alat komunikasi bawah laut  hanya kami (BSG) yang memiliki," tutup Priyo.

Load More