Suara.com - Pemerintah Pakistan pada hari Sabtu (3/1/2015) mengeluarkan perintah eksekusi hukum gantung terhadap tujuh militan. Eksekusi mati diberikan menyusul rangkaian eksekusi serupa pascapembantaian 150 orang di sebuah sekolah di Peshawar, pertengahan Desember lalu.
Salah satu di antara ketujuh militan yang digantung adalah Shafqat Hussain. Shafqat masih berusia 15 tahun ketika divonis mati setelah menculik dan membunuh seorang bocah tujuh tahun pada tahun 2004 silam.
"Pengadilan mengeluarkan surat perintah eksekusi untuk tujuh terpidana mati," kata sekretaris Kementerian Dalam Negeri Provinsi Sindh, Nawaz Shaikh kepada AFP.
"Terpidana Shahid Hanif dan Khalil Ahmed dipidana mati atas pembunuhan pejabat pemerintah karena masalah sektarian, Zulfiqar Ali atas pembunuhan 22 polisi di Konsulat Amerika Serikat di Karachi, dan Behram Khan atas pembunuhan seorang pengacara muda akan digantung pada 13 Januari, sementara Shafqat Hussain akan dieksekusi pada 14 Januari," terang Shaikh.
"Dua lainnya, Talha dan Saeed, akan dihukum mati atas pembunuhan sektarian pada 15 Januari," lanjutnya.
Kelompok-kelompok pembela hak asasi manusia di Pakistan menentang hukuman mati Hussain. Menurut mereka seharusnya Hussain diadili di pengadilan anak-anak dan tidak diberikan hukuman mati.
Pakistan mencabut moratorium peraturan hukuman mati menyusul pembantaian terhadap lebih dari 100 anak-anak di sebuah sekolah yang dikelola militer di Peshawar pada tanggal 16 Desember lalu. Ketika itu, sejumlah orang bersenjata yang merupakan anggota Tehreek-e-Taliban membunuh 150 orang. Sebanyak 134 diantaranya adalah anak sekolah. (Straittimes)
Berita Terkait
-
Bom Bunuh Diri Guncang Pakistan, Kereta Militer Hancur Tewaskan Lebih dari 20 Orang
-
Iran Klaim AS Respons Proposal Perdamaian 14 Poin via Pakistan
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gunakan Jalur Tikus di Maluku, 3 WN Pakistan Penyelundup Manusia Diciduk Imigrasi
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
TPS Tambora Uji Coba Eco Lindi untuk Atasi Bau Sampah dan Gas Metana
-
Ledakan Bubuk Mesiu Hancurkan Desa di Myanmar, 55 Orang Tewas
-
Disambut Menhan Sjafrie, Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Jenderal Ryamizard di Kemhan
-
Warga Teriak Minta Tolong! 9 Nyawa Lolos dari Maut saat Rumah Dinas TPU Kebon Nanas Terbakar
-
Mimpi Nikah Kandas! Pasutri WO Jaktim Penipu Rp2,6 M Ditahan usai Jerat 58 Pasangan
-
Biadab! Biksu 71 Tahun Pengurus Pohon Suci Budha Lecehkan Gadis 11 Tahun
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Diberikan Gratis bagi Alumni MagangHub di 21 Balai Pelatihan Vokasi
-
Bukan Pembersihan Biasa! Butuh 6 Bulan untuk Bikin Tugu Monas Kembali Kinclong
-
Mendagri Tito Ajak PIKI Ambil Peran Strategis Wujudkan Indonesia Emas 2045
-
Jaga Stabilitas dan Pemerataan Ekonomi, Mendagri Dorong Kepala Daerah se-Sulawesi Perkuat Sinergitas