Suara.com - Pada proses evakuasi di hari ke-10, tim SAR gabungan hanya berhasil menemukan dua jenazah korban, selain juga mendeteksi dua benda metal yang diduga terkait pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di perairan Selat Karimata.
Menurut Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsdya TNI FH Bambang Soelistyo, kedua jenazah tersebut sudah dalam kondisi yang tidak bagus. Dikatakannya, salah satu di antaranya saat ini sudah dievakuasi ke Pangkalan Bun, sementara satunya lagi masih berada di atas kapal.
"Pencarian hari ini ada yang cukup signifikan. Kita dapatkan temuan dua jenazah, namun kondisinya sudah mulai kurang bagus. Satu sudah dievakuasi ke Pangkalan Bun," ungkap Soelistyo, di Gedung Basarnas Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2015).
Lebih jauh, Soelistyo menjelaskan bahwa satu jenazah yang belum dievakuasi, akan diusahakan malam ini juga. Namun menurutnya, hal tersebut harus dilakukan dengan melakukan pentransferan dari kapal ke kapal, karena pesawat atau helikopter tidak bisa digunakan dalam proses evakuasi malam hari.
Sementara itu, terkait dua objek metal yang terdeteksi, Soelistyo mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan proses identifikasi dengan menurunkan ROV. Dikatakannya, kedua benda tersebut ditemukan di kedalaman 93 kaki di bawah permukaan air, dengan menggunakan side scan sonar dari kapal USS Forth Worth.
"Dua objek dengan ukuran 17×4 meter dan 14×4,6 meter di kedalaman 93 feet," jelasnya.
Dengan penemuan dua jenazah hari ini, maka kini total sudah ditemukan 39 jenazah korban pesawat yang membawa total 162 orang penumpang dan kru itu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 orang sudah teridentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) di RS Bhayangkara Surabaya.
Tag
Berita Terkait
-
Longsor Akibat Kecelakaan Kerja di Sumedang: Empat Pekerja Tewas
-
Tren Liburan 2025: Dari Lonjakan Pemesanan Hotel hingga Peran Teknologi Booking Cerdas
-
Update Basarnas 2 Desember: 583 Orang Meninggal dan 553 Hilang dalam Bencana Sumatera
-
DPR Beri Lampu Hijau: Menteri PU dan Basarnas Silakan Pakai Dana Darurat untuk Bencana Sumatera
-
604 Orang Meninggal Dunia dalam Bencana Sumatera: Update Terkini
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Bongkar 6 Nyawa yang Masih Terjebak, Adian Ingatkan Sejarah Kelam 'Asap Pengusir' di Pongkor
-
Dirut IAT: Ada 7 Kru Pesawat ATR 42 yang Hilang di Maros
-
Antisipasi Banjir Rob hingga 20 Januari, Ancol Siagakan 68 Pompa Air
-
Menteri KKP: Tiga Personel PSDKP Hilang di Balik Kabut Maros
-
Operasi Modifikasi Cuaca, BPBD DKI Sebar 2,4 Ton Garam untuk Halau Hujan Jakarta
-
Pakar Ingatkan Bahaya Konsumsi Ikan dari Perairan Tercemar Sampah Muara Baru
-
Pesawat ATR 400 Hilang Kontak di Maros, TNI AU Terjunkan Helikopter Caracal Sisir Lokasi
-
Pakar Kesehatan Soroti Bahaya Lautan Sampah Muara Baru bagi Warga Pesisir
-
Misteri Hilangnya PK-THT di Langit Sulawesi: Bawa 10 Orang, GM Bandara Pastikan Ini
-
Daftar Lengkap 6 Nama Korban Meninggal Dunia Tragedi Asap Tambang Pongkor Bogor