- Basarnas melakukan operasi pencarian risiko tinggi tiga penambang di tambang Pongkor, Bogor, sejak 18 Januari 2026.
- Medan ekstrem seperti ruang sempit, pelapukan, dan udara minim memaksa tim menggunakan peralatan khusus SCBA.
- Pencarian melibatkan tim gabungan Basarnas dan ERT PT Antam di lokasi tambang yang telah ditutup resmi.
Suara.com - Tim Basarnas tengah bertaruh dengan risiko tinggi dalam misi kemanusiaan di kawasan tambang Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Peralatan khusus dikerahkan untuk menembus lubang galian sempit demi mencari tiga penambang lokal yang diduga terjebak di kedalaman.
SAR Mission Coordinator (SMC), Desiana Kartika Bahari, mengungkapkan bahwa medan yang dihadapi tim di lapangan sangat ekstrem. Hasil asesmen menunjukkan struktur tambang dalam kondisi tidak stabil yang mengancam keselamatan.
“Struktur di dalam tambang mengalami pelapukan di beberapa titik dan kualitas udara tidak layak, sehingga tim harus menggunakan peralatan khusus seperti SCBA serta peralatan SAR untuk ruang terbatas,” ujar Desiana dalam keterangan resminya, Selasa (20/1/2026).
Tantangan Ruang Sempit dan Minim Oksigen
Penggunaan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA) menjadi harga mati dalam operasi ini. Pasalnya, jalur penambangan yang harus dilalui tim sangatlah sempit, hanya memiliki diameter sekitar satu meter dengan pasokan oksigen yang sangat minim.
Operasi besar ini dimulai setelah Basarnas menerima laporan warga pada Minggu (18/1).
Peristiwa memilukan ini diduga kuat sudah terjadi sejak Selasa (13/1) dini hari, yang ditandai dengan munculnya asap misterius dari dalam lubang galian.
Area Tambang yang Sudah Ditutup
Baca Juga: Rentetan Penelitian Ungkap Kerusakan Permanen Akibat Tambang Ilegal
Desiana menjelaskan bahwa lokasi pencarian bukanlah tambang aktif, melainkan area yang sudah ditutup secara resmi oleh PT Antam. Hal ini menambah tingkat kesulitan karena kondisi terowongan yang sudah lama tidak terawat.
"Area tambang tersebut merupakan lokasi yang telah ditutup oleh PT Antam," tegasnya.
Memasuki hari ketiga pencarian pada Selasa (20/1), strategi dibagi menjadi dua kekuatan:
Tim Pencarian: Bertugas merangsek masuk ke dalam lubang galian yang berbahaya.
Tim Siaga: Standby untuk melakukan evakuasi cepat dan memberikan dukungan medis darurat di mulut tambang.
Operasi ini merupakan kolaborasi elite antara personel rescue Basarnas Jakarta, Basarnas Special Group (BSG), serta Emergency Response Team (ERT) PT Antam Pongkor.
Identitas Penambang yang Hilang
Hingga saat ini, tercatat ada tiga warga Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor yang masih terperangkap di bawah tanah, yakni berinisial AK, AJ, AD.
Basarnas menegaskan bahwa seluruh proses pencarian dilakukan dengan perhitungan matang. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama di tengah kondisi ruang terbatas yang penuh ancaman gas beracun dan reruntuhan. (Antara)
Berita Terkait
-
Misteri di Lereng Bulusaraung: Mengapa Pesawat Sehat Menabrak Gunung?
-
Antam Duga 6 Korban Tewas di Pongkor Akibat Tambang Ilegal
-
Bencana Sumatera Jadi Alarm Keras: Pemerintah Didesak Perketat Standar Tata Kelola Tambang
-
Rentetan Penelitian Ungkap Kerusakan Permanen Akibat Tambang Ilegal
-
Pesawat Lost Contact di Sulsel, Basarnas Makassar Lakukan Operasi SAR Terpadu
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kenapa Jadi Pepes di KRL Lebih Baik bagi Lingkungan
-
Teka-teki Meninggalnya Dokter Koas UI di Kamar Kos Metro
-
IHSG Lepas Landas! Asing Borong Saham Rp360 Miliar, Target Menuju Level 6.850?
-
Produksi XO, Kitty Season 4 Belum Dapat Lampu Hijau, Berakhir Lewat Film?
-
Hapus Kutukan Blank Spot: Mandat 5G dan Internet Cepat di Tangan Pemenang Seleksi Frekuensi Komdigi
-
Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia
-
Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan
-
Kejar Status Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Bakal Ubah 40.000 Desa Jadi Sentra Perikanan Darat
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan dan Kemakmuran Hari Ini 22 Juli 2026
-
Teman Berbulu di Transportasi Umum, Kebahagiaan Kecil di Setiap Perjalanan