- Konflik antara Iran melawan AS dan Israel telah memasuki hari ke-12, menyebabkan hampir 10.000 lokasi sipil di Iran terdampak serangan.
- Iran melancarkan serangan balasan menggunakan rudal berat ke kota-kota Israel dan pangkalan AS, memicu lonjakan harga energi global.
- Dampak meluas mencakup korban jiwa sipil, peringatan hujan hitam oleh WHO, serta serangan yang mengenai wilayah Arab Saudi dan UEA.
Suara.com - Perang antara Iran melawan aliansi Amerika Serikat dan Israel memasuki hari ke-12 dengan eskalasi yang semakin luas.
Teheran mengklaim hampir 10.000 lokasi sipil telah menjadi sasaran serangan sejak konflik meletus pada 28 Februari 2026.
Pemerintah Iran menyebut lebih dari 1.300 warga sipil tewas akibat serangan udara dan operasi militer yang berlangsung hampir dua pekan terakhir.
Ledakan besar juga dilaporkan mengguncang ibu kota Tehran setelah gelombang serangan udara baru.
Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, menuduh Washington dan Tel Aviv sengaja menargetkan fasilitas sipil.
“Amerika Serikat dan Israel secara sengaja menyerang infrastruktur sipil, termasuk rumah dan fasilitas kesehatan,” kata Iravani dalam pernyataannya di Perserikatan Bangsa-Bangsa seperti dikutip dari Aljazeera
Serangan terbaru juga dilaporkan mengenai kawasan sekitar Bandara Mehrabad Airport di Tehran.
Tim penyelamat dari Bulan Sabit Merah dilaporkan masih mencari korban di reruntuhan bangunan tempat tinggal yang terkena serangan.
Di sisi lain, Iran meningkatkan serangan balasan melalui Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolutionary Guard Corps.
Baca Juga: Ketika Rumah Sakit Jadi Target: Saat Tenaga Medis Harus Adu Mekanik dengan Rudal
Militer Iran meluncurkan gelombang ke-37 serangan menggunakan rudal berat Khoramshahr yang menargetkan kota-kota Israel seperti Tel Aviv, Haifa, dan Jerusalem.
Serangan tersebut juga diarahkan ke pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, termasuk di Erbil, Manama, dan Bahrain. Serangan balasan ini memicu lonjakan harga energi global.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, bahkan memperingatkan bahwa intensitas serangan akan meningkat.
“Selasa ini kemungkinan menjadi hari paling intens dalam operasi militer,” kata Hegseth, merujuk pada gelombang serangan udara baru terhadap sejumlah wilayah di Iran.
Konflik ini juga memicu kekhawatiran kesehatan setelah Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization memperingatkan fenomena hujan hitam.
Fenomena itu muncul akibat asap tebal dari depot minyak yang terbakar bercampur dengan awan hujan, menghasilkan presipitasi beracun.
Berita Terkait
-
Ketika Rumah Sakit Jadi Target: Saat Tenaga Medis Harus Adu Mekanik dengan Rudal
-
Bantu AS Serang Iran, Israel Kena Batunya Sendiri: Turnamen Sepak Bola Terhenti
-
Mantan Penasihat Keamanan Amerika: Trump Bisa Jadikan Netanyahu Kambing Hitam
-
Akhirnya! Rudal Kiamat Iran Meluncur Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait
-
Harga Minyak Bikin AS Ngos-ngosan, Sanksi Rusia akan Diperingan? Ini 5 Faktanya
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja, Hadapi Pekerjaan Tergeser AI
-
CENTCOM: Amerika Serang Pertahanan Udara Iran, Stasiun Kendali Darat dan Radar Pengintai
-
Serangan AS ke Iran, Gelombang Ledakan Terjadi di Kota Jask dan Kouhe Mobarakeh Hingga Pulau Qeshm
-
Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut
-
Vonis Kasus Andrie Yunus Digelar Hari Ini, Nasib Empat Anggota BAIS TNI Akan Ditentukan
-
DPR: Jangan Terus Salahkan The Fed dan Perang Teluk Saat Rupiah Tertekan
-
Perang Pecah Lagi! Amerika Serang Iran Lagi, Luncurkan Rudal ke Dekat Jalur Minyak Dunia
-
Pengesahan Revisi UU Polri Dikritik, Dinilai Terlalu Terburu-Buru dan Tidak Transparan
-
Hari Ini, Empat Prajurit TNI Jalani Sidang Putusan Kasus Penyiraman Andrie Yunus
-
Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?