-
Iran mengancam meluncurkan rudal satu ton untuk menghancurkan fasilitas militer di Israel.
-
IRGC mengklaim rudal hipersonik mereka berhasil menembus sistem pertahanan Iron Dome dan THAAD.
-
Teheran menegaskan bahwa kendali penuh penghentian perang berada di tangan militer Iran.
Suara.com - Kawasan Timur Tengah saat ini sedang berada dalam titik didih yang sangat mengkhawatirkan akibat eskalasi militer perang AS - Iran.
Yordania kini menjadi wilayah yang paling terdampak karena posisinya berada di jalur lintasan rudal-rudal Iran.
Negara tersebut berbatasan langsung dengan Israel sehingga situasi keamanan di sana menjadi sangat tidak menentu.
Rentetan ledakan terdengar jelas di wilayah perbatasan seiring dengan meningkatnya intensitas serangan udara di kawasan itu.
Malam-malam di wilayah pendudukan kini hanya diwarnai oleh suara sirine peringatan yang memekakkan telinga warga.
Gelombang proyektil terus menyasar bagian tengah dan utara Israel tanpa memberikan jeda bagi penduduk.
Setiap kali peringatan tersebut berbunyi, seluruh warga diinstruksikan segera mencari perlindungan di ruang bawah tanah.
Iran secara sengaja menerapkan taktik ini agar psikologis masyarakat Israel terus berada di bawah tekanan.
Militer Israel mengklaim telah berhasil merontokkan sebagian besar ancaman yang masuk ke wilayah udara mereka.
Baca Juga: Ketika Rumah Sakit Jadi Target: Saat Tenaga Medis Harus Adu Mekanik dengan Rudal
Namun, data mengenai dampak kerusakan yang sebenarnya terjadi di lapangan masih sangat sulit untuk diverifikasi.
Pihak keamanan Israel melarang keras jurnalis maupun warga untuk mendokumentasikan lokasi jatuhnya sisa-sisa rudal tersebut.
Tindakan tegas ini diambil guna mencegah penyebaran informasi strategis melalui platform media sosial oleh publik.
Di sisi lain, jet tempur Israel dilaporkan telah menghantam sebuah bangunan apartemen di jantung kota Beirut.
Serangan di Lebanon tersebut memicu kobaran api besar yang melalap beberapa lantai gedung pemukiman tersebut.
Teheran menyatakan bahwa serangan mereka juga menyasar aset-aset penting milik Amerika Serikat di Timur Tengah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Kronologi Donald Trump dan Istri Dievakuasi, Tembakan Meletus di Gedung Putih
-
Apresiasi Daerah Berprestasi 2026 Digelar, Mendagri Dorong Iklim Kompetitif Antardaerah
-
APPMBGI Ingatkan Potensi Tekanan Pasokan Pangan Imbas Program MBG
-
Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade
-
Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat