Suara.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang diutus ke Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua, Senin (12/1/2015), mengambil kotak hitam pesawat Trigana Air dengan nomor penerbangan PK-YRU yang tergelincir pada Minggu (11/1/2015) siang.
"Pada, Senin siang sekitar pukul 12.12 WIT tim KNKT bersama beberapa orang dari Kementerian Perhubungan tiba di Enarotali, Kabupaten Paniai dengan menggunakan Pesawat Trigana dari Timika, Kabupaten Mimika," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua Kombes Pol Patridge Renwarin, Senin malam (12/1/2015).
Tim tersebut, kata mantan Kapolres Sarmi dan Merauke, di antaranya Norbertus Tunyanan dari perwakilan KNKT Provinsi Papua dan Kapten Marfil Tulong dari perwakilan kementerian perhubungan.
"Pada pukul 13.30 WIT tim tersebut kembali menuju Timika dengan menggunakan pesawat Trigana Air," katanya.
Selain mengambil kotak hitam milik pesawat nahas itu, kata Patridge, tim KNKT dan Kementerian Perhubungan juga melihat tempat terjadinya kecelakaan pesawat dan mencatat sejumlah hal.
Psawat Trigana Air dengan nomor penerbangan PK-YRU tergelincir sehingga ke luar dari lintasan Bandara Enarotali, Distrik Pantim, Kabupaten Paniai, Papua yang disebabkan angin kencang. (Antara)
Berita Terkait
-
Kecelakaan Pesawat Militer AS B-52 Stratofortress, 8 Orang Awak Tewas
-
Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'
-
Pembebasan PPN Tiket Pesawat Domestik Dinilai Tingkatkan Mobilitas dan Perkuat Perekonomian Nasional
-
Rupiah Melemah Jadi Alasan Tarif Pesawat Naik, Alvin Lie ke Menhub Dudy: Dia Melanggar Undang-undang
-
Detik-Detik Mencekam! Jet Pribadi Meledak Usai Lepas Landas, Dua Pilot Tewas
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya
-
Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama
-
Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional
-
Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan
-
Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah
-
Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun