Suara.com - Edisi perdana Charlie Hebdo setelah terjadinya aksi serangan oleh tiga lelaki bersenjata yang menewaskan 12 orang berhasil terjual habis hanya dalam hitungan menit.
Warga Prancis terlihat antre di kios yang menjual majalah itu untuk mendapaptkan majalah satir tersebut.
“Saya belum pernah membeli majalah ini sebelumnya, karena tidak sesuai dengan pilihan politik saya tetapi saya punya kepentingan untuk membeli majalah ini hari ini sebagai bentuk dukungan kepada kebebasan berekspresi,” kata David Sullo, salah satu warga Prancis yang ikut antre di salah satu kios majalah.
Edisi perdana pascateror tersebut dicetak sebanyak 3 juta kopi dan disebut sebagai edisi mereka yang selamat. Jumlah itu jauh lebih banyak dari cetakan biasanya yang hanya sekitar 60 ribu eksemplar.
Meski dicetak dalam jumlah banyak, sejumlah kios bisa menjual majalah itu dengan cepat.
“Saya membeli majalah itu sebagai bentuk solidaritas dan bukan hanya sekadar antre,” kata Laurent.
Di salah satu kios di dekat stasiun, sejumlah warga Prancis sudah antre sejak pukul 6 pagi untuk bisa mendapatkan majalah itu. “Saya punya 10 kopi dan langsung terjual,” kata Jules Joffrin yang membuka kios majalah di dekat stasiun kereta api. (CNN)
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Dari Lidi Sawit Jadi Cuan, Ketika Produk Sederhana Petani Indonesia Tembus Pasar Tiongkok
-
Tanpa Gaji Tetap, Kisah Penjaga Pantai Gaza Bertaruh Nyawa di Tengah Tawa Warga Palestina
-
Polri Klaim Situasi Nasional Pasca Demo 27 Agustus Kondusif: Aktivitas Berjalan Normal
-
Sempat Dikira Kondusif, Pramono Anung Kecewa Demo DPR Berujung Perusakan Fasilitas
-
Arti Tawon atau Lebah Membuat Sarang di Rumah Menurut Primbon
-
Demo Kondusif, Rupiah Berotot Hari Ini ke Level Rp17.693/USD
-
Tak Cuma Andalkan Mal, Digiplus Buka Free Standing Store Pertama untuk Kejar Pasar Gadget
-
Proyek LRT City Bakal Jalan Lagi
-
Raja Norwegia Harald V Meninggal Dunia, Pangeran Haakon Naik Tahta
-
Mulai September, BI Hilangkan Insentif Bank yang Kebanyakan Pegang Surat Berharga