Suara.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) disebut telah memiliki peta daerah rawan korupsi di Indonesia, serta akan memprioritaskan pembinaan terhadap daerah-daerah itu.
"Pada daerah yang rawan korupsi itu, akan dilakukan pembinaan melalui kepala daerah dan jajarannya, untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan anggaran," ungkap Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, di Agam, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (17/1/2015).
Tjahjo menyampaikan hal itu usai memberikan ceramah umum di hadapan civitas akademika Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) kampus Sumbar yang berlokasi di Baso, Kabupaten Agam. Tjahjo mengatakan, salah satu celah yang rawan adalah penyalahgunaan dana bantuan sosial (bansos) dan dana hibah yang tidak tepat sasaran, bahkan tidak bisa dipertanggungjawabkan.
"Oleh sebab itu, salah satu pertimbangan menghapus pengalokasian dana bantuan sosial pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah agar tidak terjadi penyimpangan," kata dia.
Tjahjo mengakui, saat ini nilai Kemendagri dari segi pertanggungjawaban anggaran sendiri masih "merah", serta masih belum banyak daerah yang memperoleh hasil evaluasi yang baik.
"Kepala daerah diminta menggunakan anggaran dengan baik, dan membuat laporan pertanggungjawaban sesuai ketentuan," katanya.
Kepada para kepala daerah, Tjahjo juga meminta agar selalu menjaga kekompakan dengan pihak kepolisian, TNI dan kejaksaan, serta membangun sinergi dalam memberantas korupsi dan membangun daerah. [Antara]
Berita Terkait
-
Baru 6 Hari Menjabat, Ketua Ombudsman Hery Susanto Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Kronologi Kasus Korupsi Nikel, Ketua Ombudsman Hery Susanto Diduga Terima Suap Rp1,5 Miliar
-
Nadiem Makarim Akui Tak Paham Birokrasi Usai Terseret Kasus Korupsi
-
Profil Supriadi, Napi Kasus Korupsi Rp233 M Terekam Ngopi ke Kafe Bareng Petugas
-
Napi Korupsi Ngopi di Kendari Viral, Ini 7 Fakta Supriadi Eks Syahbandar Kolaka
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!
-
Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu
-
Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta
-
Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar
-
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
-
Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah