Suara.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak akan membawa persoalan tentang Al Quran raksasa yang ditemukan di Desa Glagaharum, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo pada pertengahan Januari silam ke ranah hukum. Hal itu disampaikan oleh Ketua MUI Kabupaten Sidoarjo KH Usman Bahri terkait nasib Anang Asriyanto, (38), warga yang pertama kali mengklaim Al Quran tersebut tiba-tiba muncul di kamar rumahnya.
"Kami tidak membawa kasus ini ke jalur hukum, biar tidak ada gejolak yang lebih luas," terang Usman, Rabu (28/1/2015).
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sidoarjo memutuskan akan membakar Al Quran raksasa yang ditemukan di Desa Glagaharum, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada pertengahan bulan Januari silam.
pembakaran dilakukan atas dasar beberapa pertimbangan. Setelah dilakukan penyelidikan terhadap Al Quran yang dimaksud, ditemukan banyak lafadz Al Quran yang keliru. Bahkan, kesalahan lafadz mencapai ratusan.
Pembakaran dilakukan di Pendopo Kabupaten Sidoarjo. Menurut Usman, pembakaran dilakukan agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat sekaligus menjadi bahan pelajaran bagi masyarakat.
Dari hasil investigasi yang dilakukan MUI Sidoarjo kepada Anang Asriyanto, si penemu Al Quran raksasa, terungkap beberapa fakta. Salah satu diantaranya adalah bahwa Anang membeli Al Quran itu dari warga Cangkring, kecamatan Candi seharga Rp. 42 Juta.
Al Quran tersebut selanjutnya dijatuhkan pada saat acara istiqhosah sedang digelar di samping rumah Anang.
" Dalam rapat tadi, Anang kami cecar dengan berbagai pertanyaan, hingga akhirnya ia mengakui semuanya," ujar Ketua MUI Kabupaten Sidoarjo KH Usman Bahri saat dihubungi Suara.com, Rabu (28/1/2015).
Sebelumnya diberitakan, pada Senin, 12 Januari 2015 silam, Anang Asrianto (38), mengklaim Al Quran dengan panjang dua meter dan lebar dua meter lebih dan beratnya dua kwintal tiba-tiba muncul di kamar rumahnya. Awalnya, Anang mengaku tidak tahu siapa yang menaruh Al Quran itu di kamar tersebut.
Menyusul penemuan tersebut, MUI Sidoarjo turun tangan. Sehari sesudah penemuannya, Al Quran tersebut diamankan Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat. Al Quran dibawa agar tidak menimbulkan penafsiran yang macam-macam di kalangan masyarakat. (Yovie Wicaksono)
Berita Terkait
-
Banjir Bandang Susulan, Bangunan TPA di Padang Pariaman Ambruk ke Sungai
-
Seruan Taubat Ekologi, Gus Baha Ungkap Ancaman Allah Bagi Perusak Lingkungan
-
Ciptakan Trend Khatam Al-Quran Sejak Dini Lewat Tasmi Jumat Legi
-
Tawarkan Program Hafal Al Quran, Ustaz Yusuf Mansur Sarankan Jemaah Jual Rumah dan Mobil
-
Menebar Cahaya dari Kalam Ilahi: Komunitas Sahabat Al-Qur'an Tumbuh Bersama Ayat dan Amal
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
KPK Segera Periksa Eks Menag Yaqut dan Stafsusnya Terkait Korupsi Kuota Haji
-
Diperiksa 10 Jam, Petinggi PWNU Jakarta Bungkam Usai Dicecar KPK soal Korupsi Kuota Haji
-
KPK Periksa Petinggi PWNU Jakarta, Dalami Peran Biro Travel di Kasus Korupsi Haji
-
Kuasa Hukum Roy Suryo Sebut Kunjungan Eggi Sudjana ke Solo 'Bentuk Penyerahan Diri'
-
PDIP Kritik Pemotongan Anggaran Transfer, Desak Alokasi yang Adil untuk Daerah
-
PDIP Ingatkan Mandat Reformasi, Minta TNI Jauhi Politik Praktis dan Perkuat Industri Pertahanan
-
Tolak Pilkada Lewat DPRD, Megawati: PDIP Berdiri Paling Depan Jaga Hak Rakyat!
-
Cegah Bencana Ekologis, Rakernas I PDIP Desak Penegakan Hukum Lingkungan dan Penguatan Mitigasi
-
Prabowo Beri Mandat ke Dirut Baru Pertamina: Pecat Siapa Saja yang Tidak Bagus!
-
Bantah Dibekingi Orang Besar, Abdul Gafur Tantang Pembuktian Aliran Dana ke Kubu RRT