Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin (2/2/2015) petang, menahan mantan Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana setelah enam kali diperiksa sebagai tersangka perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait dengan pembahasan APBN-Perubahan 2013 di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Mantan politisi Demokrat ini keluar dari gedung KPK pada pukul 18.45 WIB. Ia mengenakan seragam orange tahanan KPK dan tak memberikan komentar apapun kepada wartawan.
Di tengah kerumunan wartawan, Sutan sempat disambut oleh mobil pribadinya, namun sayang mobil tahanan KPK-lah yang mengangkutnya ke tahanan KPK.
Penahanannya pada sore hari ini sudah disiapkanya sebelumnya, dimana hal tersebut disampaikan bekas Ketua Komisi Energi DPR ini saat tiba di gedung KPK pagi tadi.
"Hanya pemeriksaan lanjutan, saya diperiksa sebagai tersangka lagi Dan saya siap apapun yang terjadi," kata politikus Partai Demokrat itu.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Zulkarnaen mengatakan penyelesaian perkara dugaan korupsi yang menjerat Sutan Bhatoegana dikebut.
"Kami mendesak penyidik untuk mempercepat," ujar Zulkarnaen.
Zulkarnaen menyatakan akan ada pengembangan penyidikan kasus Sutan ini.
"Pengembangannya ke pihak-pihak terkait yang menerima aliran dana," ujarnya.
Menurut dia, penyidikan ini berkorelasi dengan kasus yang menjerat bekas Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Rudi Rubiandini.
Dalam sidang, Rudi Rubiandini terungkap pernah memberi uang US$ 200 ribu untuk Sutan melalui anggota Komisi Energi DPR, Tri Yulianto.
Menurut Rudi, uang itu merupakan tunjangan hari raya untuk anggota Komisi Energi. Mantan Kepala Biro Keuangan Kementerian Energi, Didi Dwi Sutrisnohadi, pun mengaku memberikan tas berisi amplop yang memuat uang 140 ribu dolar AS yang ditujukan kepada pimpinan, anggota, dan Sekretariat Komisi Energi DPR.
Uang itu diberikan kepada anggota staf khusus Sutan, Irianto. Irianto bahkan menandatangani tanda terima uang tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Polemik Anggaran Pendidikan! JPPI Sebut Jutaan Guru Hidup dengan Upah Tak Layak
-
Kasus Pelecehan Santri Pati: Selly Gantina Ingatkan Bahaya Sembunyikan Pelaku
-
Gus Ipul Konsultasi Soal Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp 27 Miliar ke KPK
-
Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi
-
JPPI Kritik Keras SE Mendikdasmen, Guru Honorer Terancam Tersingkir dari Sekolah Negeri
-
Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta
-
8 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk BBM di Muratara, 16 Orang Tewas Terbakar
-
6 Fakta Kebakaran Rumah di Tanjung Barat yang Tewaskan Anggota BPK Haerul Saleh
-
Dapat Salam dari Gus Yaqut yang Ditahan KPK, Begini Respons Mensos Gus Ipul
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu